HEADLINE TOPIK:
Pemuda di Lutra Berkumpul Bahas Solusi Konflik
Rabu,4 Juni 2014 | 01:37 WITA | Ahmad Nasruddin
Ilustrasi

Sebanyak 30 Pengurus DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Luwu Utara berkumpul membicarakan persiapan pelaksanaan kegiatan Resolusi Konflik di daerah itu. Pertemuan itu digelar di Warkop Dg Sija Masamba, Selasa (3/6/14) malam tadi.

Ketua KNPI Lutra, Hakim Bukara mengatakan pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari agenda KNPI yang digagas sebelumnya, yakni membuka ruang diskusi untuk pemuda ke depan.

“Isu yang hangat sekarang ini adalah kerap terjadinya konflik antar masyarakat di Lutra, hampir semua terjadi di beberapa kecamatan pada saat ini. Terkait dengan itu saya ingin tawarkan membuat sebuah kegiatan yang sifatnya mendorong semua komponen terutama para pengambil kebijakan yang ada di Lutra. Tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak orang yang bertanya-Tanya apa peran KNPI dalam menyelesaikan konflik. Ini memang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera di tindak lanjuti dalam bentuk kegiatan,” kata Hakim.

Salah seorang pengurus KNPI, Nurtanio mengatakan KNPI bisa masuk sebagai motor penggerak dan mendesak kepada pemerintah untuk mempercepat penyelesaian konflik di daerah itu.

“Karena selama ini yang dilakukan hanya menyelesaikan konflik namun sifatnya temporer, yang bisa jadi akan terjadi lagi di kemudian hari. Olehnya itu yang pertama kita lakukan adalah melakukan pengkajian apa yang menjadi penyebab dari konflik di masing-masing daerah. Karena disetiap daerah pasti berbeda penyebab terjadinya konflik,” ujarnya.

Nurtanio juga menuding ada kesan pembiaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian sehingga konflik kerap terjadi berulang kali.

“Kalau berbicara konflik di Lutra sudah seperti benang kusut yang harus diurai sedemikian rupa. Contoh ada beberapa realitas konflik yang terjadi di Lutra, konflik terjadi pada musim proyek atau pada saat perhelatan politik. Terlebih dahulu yang harus kita lakukan adalah pengumpulan data, kemudian hasilnya itulah yang akan kita bawa ke forum resmi seperti seminar dengan menghadirkan pakar. Sehingga pada saat seminar tersebut tidak hanya menjadi sebuah seremoni belaka namun juga dapat melahirkan solusi,” ungkap Erwin.

 

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  • Hirfan-PU