HEADLINE TOPIK:
Bupati Luwu Utara Lantik Pengurus Ikapmal Yogyakarta
Senin,21 Juli 2014 | 15:43 WITA | Ahmad Nasruddin
Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Utara (Ikapmal) Yogyakarta, yang berlangung di Aula Balaikota Yogyakarta, Jumat (18/7/14) lalu (ist)

Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi melakukan pelantikan terhadap Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Utara (Ikapmal) Yogyakarta, yang berlangung di Aula Balaikota Yogyakarta, Jumat (18/7/14) lalu.

Acara ini berlangung dalam suasana kekeluargaan yang begitu kental, dan dihadiri sejumlah tokoh seperti Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Ketua Alumni Yogya Tauhid, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Rusli Muhammad, sejumlah pengurus organisasi mahasiswa daerah lainnya seperti Forum Mahasiswa Bone di Yogyakarta, mahasiswa Toraja, mahasiswa Enrekang, Mahasiswa Palopo, mahasiswa Luwu Timur, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Luwu (Perhipla) serta 36 (tiga puluh enam) organisasi daerah yang berada di bawah naungan Ikatan Pelajar Mahasiswa Sulawesi Selatan (IKAMI Sul-Sel), organisasi daerah Kalimatan, Sumatra, jawa, NTB, Aceh, Ambon dan Papua.

Arifin mengaku bergembira dan salut dengan suasana keakraban yang dibangun mahasiswa jogja dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan daerah lainnya di Indonesia. “Saya bangga kepada kalian anak-anakku semuanya karena kalian mampu menjalin silaturrahmi dengan mahasiswa lain yang berasal dari berbagai organisasi daerah,” ujar Arifin.

Menurutnya, suasana seperti itu terlihat kontras dengan sering terdengarnya berita bahwa dibeberapa daerah lainnya sejumlah mahasiswa saling serang dan saling bunuh, namun kondisi mahasiswa di Yogyakarta justru menjalin komunikasi dan keakraban.

Di tempat yang sama, ketua Alumni Yogyakarta  Tauhid menegaskan, bahwa hendaknya mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan Strata 1 dalam waktu empat tahun saja. “Jangan sampai ada yang studinya selesai dalam waktu 7 tahun. Hal itu harus diperhatikan mengingat banyaknya biaya yang harus dikeluarkan orang tua jika kuliah terlalu lama,” ujar Tauhid.

Menanggapi harapan harapan tersebut, Ketua Ikapmal Yogyakarta Ihkwal mengatakan bahwa mahasiswa Luwu Utara yang ada di Yogyakarta, akan fokus pada kuliah dan tetap menjalin hubungan silaturrahmi dengan organisasi daerah dari berbagai macam darah di Yogyakarta.

Hal itu terlihat dari kegiatan-kegiatan Ikapmal yang selama ini dimeriahkan dari berbagai organisasi daerah dan berlangsung secara kekeluargaan.

“Di samping itu juga, kami mahasiswa di Yogyakarta, disamping kuliah kami juga bekerja untuk menutupi kekurangan dana yang dikirmkan orang tua dari kampung. Cukup banyak anak-anak mahasiswa yang kuliah sambil kerja. Misalnya saya menjaga warnet, teman-teman yang lain jadi pelayan di warung makan dan lain-lain. Dan saya sendiri bekerja di warnet setelah pulang kuliah,” jelas Ihkwal penuh senyum.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  • Hirfan-PU