HEADLINE TOPIK:
Musdalifah: Kementerian PT dan Riset, Secercah Harapan Bagi Dosen
Jumat,19 September 2014 | 01:50 WITA | Rilis / Asdhar
Dosen Mengajar / Ilustrasi (int)

Sejumlah akademisi merespon positif rencana pemerintahan Jokowi-JK yang akan membentuk Kementerian perguruan Tinggi (PT) dan Riset, sebagai sebuah kementerian baru. Pasalnya, keberadaan kementerian itu diharapkan dapat mengembangkan perguruan tinggi, terutama dalam menjalankan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Anggota Unit Pengembangan Penelitian Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Musdalifah Mahmud menegaskan, selama ini civitas academika di Perguruan Tinggi, kerap tidak menjalankan sepenuhnya amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni endidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

“Kurun waktu panjang bagi civitas akademika, terutama bagi para dosen yang terjebak pada proses pengajaran di kampus. Rutinitas mengajar dalam kelas, membimbing skripsi dan mendampingi mahasiswa KKN serta menguji skripsi, menjadi hal yang rutin,” ujar Musdalifah.

Dijelaskan, begitu bersemangat para dosen mengajar, sehingga cukup banyak di antaranya, terpaksa sudah tidak bisa tidur dalam sehari semalam karena diperhadapkan dengan jadwal mengajar lebih dari 24 jam.

‘’Ada beberapa dosen mengampuh lebih dari 10 mata kuliah, jika dikalkulasi jumlah satuan kredit dengan jam mengajar ada yang lebih dari 24 jam,” kata Wakil Rektor I Universitas Islam Makassar (UIM) ini.

Realitas ini, membuat darma penelitian hanya menjadi anak tiri dan pelengkap penderita dalam tradisi akademik di kampus. “Minat meneliti para dosen juga masih relatif rendah, hal itu terjadi juga tidak terlepas kebijakan kampus menjejali dosen dengan begitu banyak mata kuliah,” ujarnya.

Hal itu terlihat jelas dari kegiatan kompetisi penelitian yang digelar setiap tahunnya oleh Kopertis IX Sulawesi, yang sangat minim peminat, dosen yang mengajukan proposal penelitian sangat kecil angkanya jika dibanding keseluruhan dosen di jajaran kampus PTS di Pulau Sulawesi.

Dia pun merespon, kebijakan pemerintah baru Jokowi-Jusuf Kalla membentuk Kementerian Pendidikan Tinggi dan  Riset, yang diharapkan dapat lebih memotivasi dan menginspirasi dosen menjalani penelitian sama dengan pengajaran.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  • Hirfan-PU