HEADLINE TOPIK:
Jurnal Poplicus, Karya Ilmiah Terbitan Akademisi Stisipol Veteran Palopo
Minggu,28 Desember 2014 | 22:08 WITA | Yahya Mustafa
Ketua LPPM STISIPOL Veteran Palopo, Muhammad Kuddus (ist)

Kalangan akademisi di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Sitipol) Veteran Palopo secara rutin menerbitkan jurnal ilmiah ilmu administrasi yang diberi nama Poplicus. Diakhir tahun 2014 ini, kampus yang berlokasi di Jl Diponegoro Palopo itu akan menerbitkan edisi ke dua tahun 2014 yang direncanakan akan segera terbit di akhir Desember tahun ini.

Ketua LPPM STISIPOL Veteran Palopo, Muhammad Kuddus mengatakan kehadiran jurnal ini sekaligus menjadi pertanda proses atmosfer akademik berjalan secara dinamis di kampus. “Civitas akademika dosen dan mahasiswa, memiliki media mempublikasikan karya ilmiah dalam bentuk penelitian dan riset,” kata Kuddus.

Menurutnya, kehadiran Jurnal Poplicus ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dijenjang pendidikan tinggi, menjadikan kampus sebagai pusat riset.

Dia merincikan, selama dua edisi sebelumnya, minat para dosen untuk menulis di jurnal ilmiah ini termasuk cukup tinggi. Terbukti setiap edisi minimal ada 10 dosen mempublikasikan karya ilmiahnya. Selain itu jurnal ini juga sudah mulai dikenal di luar kampus, sejumlah penulis malah sudah berminat dari kampus PTS di internal Kopertis  Wilayah IX Sulawesi.

Sejumlah nama akademisi yang akan diterbitkan tulisannya di edisi akhir 2014 kali ini seperti Abdul Salam Thamrin, Alimuddin, Sahra Roba, Muh Aris, Burhan Sesa, Sri Wahyuri, dan Sri Yanti.

“Sementara Edisi tahun 2015 periode Januari-Juli , sedang dipersiapkan dan dirampungkan materinya. Naskah artikel itu ada di antaranya berasal dari dosen di luar kampus. Kalangan akademik yang ada naskah artikel ilmiah admijnistrasi negara boleh kirim naskahnya ke redaksi di kampus,” tegas Kuddus.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  • Hirfan-PU