HEADLINE TOPIK:
Percaya atau Tidak! Setiap Hari, Ada 3.000 Warga Tana Luwu ke Makassar
Kamis,19 Februari 2015 | 22:11 WITA | Asdhar
Pesawat udara milik Garuda Indonesia type ATR 72-600 yang direncanakan akab beroperasi melayani rute Makassar-Luwu (int)

Kepala Dinas perhubungan Kabupaten Luwu, Rudi Dappi menyebutkan setiap harinya jumlah warga dari Tana Luwu yang berangkat ke Makassar mencapai 3.000 penumpang. Jumlah itu terhitung dari jumlah bus yang berangkat dari empat daerah di Tana Luwu yang bolak-balik ke Makassar setiap harinya.

Menurutnya, tingginya jumlah warga yang bolak-balik dari Tana Luwu ke Makassar setiap harinya itu, diklaim sebagai alasan yang tepat untuk menyediakan moda transportasi alternatif yang lebih cepat dan berkualitas, salah satunya adalah transportasi udara.

“Kami melihat, sangat wajar beberapa perusahaan penerbangan yang melirik untuk membuka jalur penerbangan dari Makassar ke Tana Luwu, kami menangkap peluang ini dengan sesegera mungkin menyiapkan dan mengembangkan Bandara La Galigo Bua, untuk bisa didarati pesawat berbadan besar,” ujar Rudi.

Saat ini menurutnya, maskapai yang sudah menjalin komunikasi intens untuk membuka akses penerbangan Makassar-Luwu adalah Garuda Indonesia Airways (GIA) dan Lion Air. “Kami total membenahi bandara Lagaligo, Bua, saat ini lampu penerang bandara dan runway sudah tersedia, pesawat bisa mendarat pada malam hari, panjang runway kami targetkan 2.500 meter,” ungkapnya.

Pihaknya menargetkan, jika Bandara La Galigo Bua sudah bisa didarati pesawat sekelas ATR, jumlah penumpang yang akan menggunakan akses transportasi ini bisa mencapai 300 orang atau 10 persen dari total penumpang angkutan darat ke Makassar.

Meski begitu, dia menjamin pendapatan perusahaan bis tidak akan terganggu dengan aktifitas pesawat Makassar-Luwu ini, sebab konsumen yang akan menggunakan moda transportasi udara ini adalah mereka pelaku bisnis, dosen terbang dan pejabat pemerintahan.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.