HEADLINE TOPIK:
25 PPL Lutra Terima Paket Kreatif Penyuluh
Minggu,22 Maret 2015 | 21:43 WITA | Lukman Hamarong
Salah seorang penyuluh asal kabupaten Luwu Utara saat berdialog pada Kegiatan Sosialisasi Paket Kreatif Penyuluh Tahun 2015 di Makassar (ist)

Sebanyak 25 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) asal Kabupaten Luwu Utara menerima program pengentasan pelaku utama miskin melalui kegiatan paket kreatif penyuluh tahun 2015. Selain Lutra, Kabupaten Luwu juga mendapatkan quota yang sama. Jelas ini merupakan anugerah tersendiri bagi dua daerah bersaudara tersebut.

Ada beberapa program penanggulangan kemiskinan yang tengah dicanangkan Pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla, salah satunya adalah program Paket Kreatif Penyuluh, di mana setiap PPL diwajibkan mendampingi dan membina masing-masing enam KK miskin di wilayah binaannya.

Kepala BKP3 Lutra, Marthina yang ditemui di Makassar kemarin membenarkan jumlah PPL-nya yang mendapat paket kreatif penyuluh tersebut. “Ya, benar. Luwu Utara dapat paket kreatif 25 PPL. Kita yang terbanyak dapat bersama dengan Luwu. Dengan adanya paket kreatif ini, saya menghimbau kepada PPL saya untuk betul-betul melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik,” ujar Marthina.

Dia mengatakan, kegiatan paket kreatif ini adalah salah satu metode penyuluhan di mana PPL dan pelaku utama miskin secara bersama-sama melakukan usaha tani sesuai rencana usaha masing-masing. Menurut Marthina, kegiatan semacam ini sifatnya simbiosis mutualisme.

Artinya, masing-masing PPL dan petani miskin dapat menerima output dari kegiatan tersebut. PPL dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilannya, sementara petani miskin bisa sedikit lebih sejahtera dibanding sebelumnya dengan melalui pendekatan kreatifitas yang dilakukan PPL.

“Kegiatan ini adalah salah satu metode penyuluhan di mana PPL dan Petani miskin melakukan usaha secara bersama, sehingga saya simpulkan bahwa kegiatan ini bersifat simbiosis mutualisme. Kapasitas PPL terasah dengan baik, dan petani miskin kita bisa menjadi sedikit lebih sejahtera dibanding sebelumnya dengan melalui sentuhan kreatifitas PPL kita,” terang Marthina.

Sementara itu, dalam acara Sosialisasi Kegiatan Paket Kreatif Penyuluh di Asrama Haji Sudiang Makassar pada Kamis kemarin, 300 PPL se-Sulsel penerima paket kreatif hadir dan mengikuti seluruh materi sosialisasi yang diberikan oleh Bakorluh Sulsel, Komisi Penyuluhan Sulsel, BAPPEDA Sulsel, BPKD Sulsel, BPS Sulsel, Inspektorat Sulsel, BPTP Sulsel dan beberapa pemateri dari Balai Litbang lainnya.

Kepala Bakorluh Sulsel, Firdaus Hasan mengatakan bahwa paket kreatif penyuluh adalah sebuah kegiatan percontohan dalam rangka pengentasan kemiskinan yang dilakukan PPL sekreatif mungkin kepada petani miskin. Sama yang diutarakan Kepala BKP3 Lutra sebelumnya bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pendekatan penyuluhan kepada pelaku petani miskin di sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

Kegiatan ini sifatnya percontohan saja tetapi output-nya diharapkan bisa maksimal terhadap pengentasan kemiskinan. Makanya kita namakan paket kreatif. Meski bantuannya termasuk kecil, tetapi dengan kreatifitas PPL-nya diharapkan petani miskin dapat produktif dalam usaha taninya ke depan.

“Nah, harapan kami ke depan, kegiatan percontohan ini bisa menjadi pemicu atau pendorong guna menumbuhkembangkan semangat dalam berusaha tani bagi pelaku utama sektor pertanian, perikanan dan kehutanan untuk bisa produktif dalam upaya peningkatan pencapaian kesejahteraannya,” pungkas Firdaus.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.