HEADLINE TOPIK:
20 April UN Susulan Digelar
Jumat,17 April 2015 | 22:41 WITA | Alpian Alwi
Ilustrasi (int)

Ujian Nasional (UN) susulan akan digelar pada tanggal 20 April 2015. Di Luwu Timur, UN susulan ini akan diikuti oleh satu orang siswa yang berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Malili.

Informasi yang dihimpun, UN susulan ini akan diikuti oleh, Junaidi, siswa SMAN 1 Malili. Dirinya diikutkan dalam UN susulan ini karena sebelumnya dirinya terbaring sakit disalah satu rumah sakit di Makassar.

Kepala SMAN 1 Malili, Muhammad Saleh yang dikonfirmasi membenarkan adanya salah seorang siswanya yang akan mengikuti UN susulan ini.

“Memang adanya siswa kami yang akan mengikuti UN susulan, saat ini dirinya masih dalam kondisi sakit dan mudah-mudahan pada Minggu (besok) ini kondisinya sudah membaik dan bisa mengikuti ujian susulan ini,” ungkap Saleh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudparmudora) Kabupaten Luwu Timur, Ismail yang ditemui diruang kerjanya mengatakan untuk UN susulan di Kabupaten Luwu Timur hanya diikuti satu orang siswa yang berasal dari SMAN 1 Malili.

“Waktu UN kemarin mereka (siswa ini) tidak ikut karena adanya laporan jika siswa tersebut dalam kondisi sakit dan dirawat di rumah sakit di Makassar sehingga kita jadwalkan untuk diikutkan di UN susulan,” ungkap Ismail.

Menurutnya, kegiatan UN susulan ini nantinya akan digelar di sekolahnya sendiri (SMAN 1 Malili) dengan soal yang berbeda. “Soalnya pasti berbeda dengan UN yang telah dilaksanakan kemarin dan pelaksanaanya juga tetap kita awasi,” ungkap Ismail.

Terkait UN kemarin, kata Ismail, pelaksanaannya telah berjalan sesuai dengan harapan. Yang pastinya, pemerintah daerah sangat mengharapkan agar hasil ujian ini bisa menghasilkan nilai-nilai yang memuaskan.

“Kami selalu menginginkan hasil yang memuaskan sehingga jauh sebelumnya masing-masing sekolah sudah memberikan persiapan-persiapan atau tambahan kegiatan belajar seperti les sore atau bimbingan belajar sehingga, In Shaa Allah lulus 100 persen,” harap Ismail.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.