HEADLINE TOPIK:
Begini Cara Membedakan Beras Asli dengan Sintetik
Minggu,24 Mei 2015 | 20:06 WITA | Asdhar
Ilustrasi (int)

Isu peredaran beras sintetik atau beras plastik telah membuat kekhawatiran ditengah masyarakat. Pasalnya, secara sekilas, sangat sulit membedakan beras asli dengan palsu.

Meski begitu, secara fisik tampilan beras plastik ini sangat berbeda dengan beras asli, baik saat masih berbentuk beras, maupun sudah dimasak.

1. Bentuk dan Tekstur Bulir Beras

Ketika membeli beras, perhatikan secara seksama bentuk dan tekstur beras yang akan dibeli. Beras asli memiliki bulir yang menggelembung, pada bulir juga terlihat guratan bekas mesin penggiling, warnanya juga tidak seluruhnya bening, tetapi ada kandungan warna putih susu. Sedangkan pada beras plastik, tidak terlihat guratan pada beras, dan warnanya bersih dan bening.

Selain itu, pada beras asli, terdapat warna putih di setiap ujungnya yang menandakan adanya kandungan zat kapur sebagai kandungan karbohidrat.

2. Beras Ketika Dimasak

Beras asli akan menyerap air dengan cepat ketika direndam. Tektur beras asli terasa lembut dan air rendaman akan berwarna putih, dan ketika dimasak beras akan mengeras tetapi tekstur kelembutan masih ada.

Sedangkan beras palsu ketika direndam sangat lambat menyerap air atau tidak langsung menyatu dengan air. Air rendaman juga tidak akan berubah menjadi putih sebagai tanda jika beras tidak mengandung zat putih kapur. Begitu pula ketika dimasak, maka beras awalnya akan lembek dan semakin lama semakin mengeras dan tidak lembut.

3. Aroma dan Rasa

Aroma beras palsu cenderung mengeluarkan bau sengit dan beraroma bahan kimia. Untuk beras asli akan mengeluarkan aroma lebih wangi karena H2O di beras yang menjadi nasi akan mengeluarkan bau yang harum, selain itu juga glukosa pada beras keluar dengan sempurna

Beras asli juga memiliki rasa manis karena glukosa dan karbohidrat dalam beras terurai sempurna. Sedangkan beras palsu rasanya hambar dan tawar tidak memiliki rasa.

(Sumber: dari berbagai media)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.