HEADLINE TOPIK:
Diskoperindag Akan Awasi Ketat Peredaran Beras di Palopo
Minggu,24 Mei 2015 | 19:39 WITA | Asdhar
Ilustrasi (int)

Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Palopo akan melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran beras yang ada di Kota Palopo, guna menghindari beredarnya beras sintetik atau beras plastik sudah ditemukan di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Diskoperindag Palopo, Amaluddin mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan maupun mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya beras plastic yang beredar di Kota Palopo.

Meski begitu, pihaknya telah mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama pedagang beras di Palopo untuk dapat berhati-hati dalam membeli beras, terutama beras yang berasal dari luar Kota Palopo.

“Tidak hanya beras sintetik atau beras plastik, namun juga perlu diwaspadai peredaran beras yang telah dicampur dengan bahan berbahaya lainnya, untuk itu perlu kehati-hatian terutama jika membeli beras yang berasal dari luar daerah,” ujar Amaluddin.

Pihaknya juga telah menetapkan jadwal untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kepada para pedagang beras di Palopo. Sidak ini diagendakan akan dilakukan secara berkala sebagai salah satu bentuk pengawasan ketat dari pemerintah.

“Jika nantinya ditemukan adanya beras palsu atau memiliki kandungan berbahaya, maka kami akan memasukkan daerah asal beras itu dalam daftar hitam (black list) agar tidak ada lagi beras dari daerah itu yang masuk ke Kota Palopo,” kata Amaluddin.

Meski begitu, dia menjamin bahwa beras yang beredar di Kota Palopo masih berasal dari Kota Palopo sendiri, maupun daerah lain di Sulawesi Selatan. “Tidak ada beras dari luar Sulsel yang beredar di Palopo, sebab sesuai dengan kebijakan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo yang melarang beras luar Sulsel masuk,”  ungkapnya.

 

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.