HEADLINE TOPIK:
Miris, Siswa SMP Rayakan Kelulusan Sambil Ciuman Mesra
Kamis,11 Juni 2015 | 01:12 WITA | Alpian Alwi
Foto siswa yang merayakan kelulusan dengan tindakan tidak senonoh. Foto ini diposting di media sosial. (Sumber: Facebook.com)

Aksi tak patut dicontoh dipertontonkan oknum pelajar di salah satu SMP di Luwu Timur saat merayakan kelulusan, Rabu (10/6/15) siang tadi. Dengan tingkat kelulusan 100 persen di sekolah ini, dirayakan dengan aksi coret baju dan konvoi. Tidak hanya itu, beberapa pelajar bahkan memperlihatkan aksi tidak senonoh bahkan di depan rekan-rekan mereka yang lain.

Hal itu terlihat dalam sebuah foto yang diposting di salah satu akun facebook milik seorang pelajar SMP Negeri 2 Malili, yang memperlihatkan sepasang pelajar yang berciuman mesra. Ironisnya, aksi ciuman mesra itu diduga dilakukan masih dalam lingkungan sekolah mereka.

Dalam foto tersebut, seorang pelajar yang memeluk pasangannya dan memberikan ciuman mesra. Aksi itu dilakukan didepan rekan-rekannya yang lain yang sedang ikut merayakan kelulusan. Tampak juga baju yang dikenakan tercoret dengan berbagai warna sebagai tanda kelulusan mereka. Ironisnya lagi, foto itu justru disebar di sosial media dan dapat dilihat oleh siapa saja.

Aksi ini tentu saja mengundang keprihatinan, mengingat perayaan kelulusan ini dilakukan dengan tindakan tidak senonoh.

Erwin, salah seorang warga Malili mengaku prihatin dengan adanya kejadian ini. Menurutnya, pihak sekolah seharusnya bertanggung jawab, mengingat momentum perayaan kelulusan ini harus mendapatkan pengawasan ketat dari pihak sekolah.

“Jangankan aksi berciuman, aksi coret baju saja seharusnya dicegah oleh pihak sekolah. Sekolah harus memberikan alternatif kegiatan bagi siswa untuk merayakan kelulusan secara positif, tidak dengan memberikan kebebasan kepada para siswa untuk merayakan kelulusan mereka,” ujar Erwin yang juga merupakan penggiat sosial media.

Mirisnya lagi, menurut Erwin, aksi berciuman siswa SMP ini diduga terjadi masih di sekitar lingkungan sekolah.

Keprihatinan serupa juga diungkapkan Marwan, salah seorang warga Malili yang mengaku melihat adanya konvoi pelajar dengan menggunakan kendaraan roda dua dalam merayakan kelulusan, dengan cara ugal-ugalan.

“Tadi siang saya lihat siswa SMP yang ugal-ugalan konvoi merayakan kelulusan, dengan baju yang tercorat-coret, ini berbahaya bagi mereka apalagi konvoi ini dilakukan di jalan poros yang sedang padat aktifitas kendaraan,” ujarnya.

Dia bahkan menyorot kinerja sekolah, dinas pendidikan setempat, dan kepolisian yang tidak mengantisipasi hal itu. “Aksi coret baju dan konvoi seharusnya bisa diantisipasi sejak awal, jangan membiarkan siswa ‘berekpresi’ semau mereka yang justru bisa membahayakan,” ungkapnya.

Apalagi, menurut Marwan, dengan tersebarnya aksi berciuman siswa yang merayakan kelulusan seharusnya bisa menjadi keprihatinan dan bahan evaluasi kita bersama agar kejadian ini tidak terulang lagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak sekolah maupun dinas pendidikan setempat terkait kejadian ini.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  • Hirfan-PU