HEADLINE TOPIK:
FESTIVAL DANAU MATANO
Hotel Penuh Jelang Festival Danau Matano
Selasa,24 November 2015 | 18:35 WITA | Rilis / Asdhar
Penjabat Bupati Lutim, Irman Yasin Limpo
  • Meski gelombang penolakan Festival Danau Matano (FDM) oleh masyarakat Nuha masih terus disuarakan, namun pihak penyelenggara tetap optimis menggelar kegiatan bertaraf internasional itu sesuai dengan jadwal, yakni pada 27-29 November mendatang.

    Bahkan, tingkat kunjungan wisatawan diklaim akan membludak. Hal itu terlihat dari jumlah reservasi kamar hotel di Sorowako dan Malili, yang sudah terpesan lebih dahulu oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

    Pemerintah dan pihak penyelenggara pun berencana untuk mengantisipasi hal itu, dengan menjadikan rumah warga untuk dijadikan home stay bagi para wisatawan yang tidak kebagian kamar hotel.

    “Karena hotel sudah terservasi penuh, ada rumah warga di Lutim yang siap jadi home stay. Itu ada nilai ekonominya disitu,” ujar penjabat Bupati Lutim Irman Yasin Limpo kepada wartawan, Selasa (24/11/2015) di depan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar.

    Bukan hanya itu, lanjut Kepala Badan Diklat Sulsel ini, panitia mempersyaratkan bagi pengunjung atau wisatawan yang ingin menyaksikan Festival Danau Matano untuk memakai atribut buatan masyarakat Lutim.

    “Misalnya ada baju yang dijual warga, itu baju dibeli wisatawan untuk dipakai di festival itu. Baju, gelang, assesoris kalung, tas dan lainnya. Ini ada nilai ekonominya bagi masyarakat di Lutim,” ujar Irman.

    None, sapaan akrab Irman YL, menegaskan bahwa pihak panitia dan Pemkab Lutim dalam mengadakan Festival Danau Matano ini mengedepankan dua hal yakni menjadikan Danau Matano sebagai destinasi wisata utama di Sulsel bahkan Indonesia, kedua menjaga nilai-nilai budaya di sekitar Danau Matano.

    “Nah bagaimana supaya banyak yang datang menyaksikan festival ini, kami memiliki daya pikat dengan mengundang artis mancanegara. Tapi kemasannya tetap mengendepankan budaya masyarakat Lutim,”
    ujar None.

    Diharapkan, jika acara ini sukses ada pihak sponsor yang mampu melirik acara ini sehingga ke depannya pemerintah tidak lagi menganggarkannya dalam APBD Lutim. “Tapi kalau dari tahun ke tahun memang acara seperti ini harus dilaksanakan. Mengingat potensi wisata di Lutim ini sangat besar,” katanya.

    Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.