HEADLINE TOPIK:
Pembekalan bagi Pengurus Asosiasi Masyarakat Organik Luwu Timur
Selasa,26 Januari 2016 | 18:07 WITA | RIlis
Pembekalan bagi pengurus AKAR Lutim di Ruang Pertemuan Otuno, Sorowako, 26 Januari 2016 (ist)

Dukungan bagi pertanian ramah lingkungan terus mengalir. Setelah beras non-pestisida dan pupuk kimia hasil panen petani Mahalona, Kecamatan Towuti, dipasarkan oleh PT Bumi Timur Agro dengan label Beras Batara Guru, kini dukungan datang dari Asosiasi Masyarakat Organik (AKAR) Luwu Timur.

Dewan Pembina AKAR Lutim berasal dari berbagai instansi pemerintah dan BUMD, mulai dari Kepala Badan Penyuluhan, Pertanian, perikanan dan Kehutanan (BP4K), Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Kepala Badan Ketahanan Pangan, serta Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian.

Setelah terbentuk pada 21 Januari 2016, dilakukan pembekalan bagi pengurus AKAR Lutim di Ruang Pertemuan Otuno, Sorowako, 26 Januari 2016. Pembekalan yang dibuka oleh ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam tersebut bertujuan untuk menyamakan visi serta menambah wawasan pengurus seputar System of Rice Intensification (SRI) Organik.

“Pola budidaya ramah lingkungan ini memberi manfaat bagi kemandirian petani, kesehatan masyarakat, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Pertanian merupakan basis ekonomi yang besar di Luwu Timur. Kami berharap, kehadiran Asosiasi ini bisa mendorong kelahiran sebuah brand di Luwu Timur yang tidak dimiliki oleh kabupaten lain di Sulawesi Selatan,” kata Ketua pengurus AKAR Lutim Aris Situmorang yang juga Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur.

Para Kepala SKPD menyatakan dukungan terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Kepala Dinas Pertanian, pertanian dan peternakan  Kabupaten Luwu Timur Ir Muharif menyarankan agar lokasi lahan percontohan SRI Organik harus benar-benar steril dari input kimia. Andi Juana Pahruddin  Kepala Bidang Sumber Daya Air dari Dinas Pekerjaan Umum sangat mendukung sistem budidaya yang hemat penggunaan air karena pengairan sawah menjadi kendala besar di Luwu Timur.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Koperindag) Luwu Timur, Zakaria Bakri menyoroti soal Hak Kekayaan Intelektual saat beras non-pestisida dan pupuk kimia sudah dinikmati oleh pasar yang luas. Sementara Direktur Utama PT Bumi Timur Agro bakri madong menyampaikan bahwa 8 ton gabah kering dari Mahalona sudah digiling dan mulai didistribusikan ke toko-toko di Mangkutana dan Malili.

Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Luwu Timur Nursih Hariani melaporkan bahwa pada musim tanam perdana April-September 2015 sudah dilakukan pola tanam SRI Organik di 23 hektar demplot pertanian ramah lingkungan se-Luwu Timur.

Untuk musim tanam selanjutnya, Oktober 2015-Maret 2016, lahan pertanian SRI Organik akan ditingkatkan menjadi 58 hektar. Program Pertanian Ramah Lingkungan merupakan bentuk kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT Vale Indonesia dalam kerangka Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM).

 

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.