HEADLINE TOPIK:
Persiapkan UNBK, Sekolah Ini Dibantu 60 Unit Komputer
Minggu,24 April 2016 | 16:53 WITA | Alpian Alwi

Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 9 Mei mendatang.

Di Kabupaten Luwu Timur sendiri tercatat ada dua sekolah yang ikut dalam UN Online atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dua sekolah itu yakni SMP Negeri 1 Malili dan SMP YPS Soroako.

Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur dalam hal ini dinas pendidikan setempat pun tidak tanggung – tanggung memberikan fasilitas berupa komputer di SMP Negeri 1 Malili tersebut demi kemajuan siswa – siswinya.

“Tahun 2016 ini, kita telah memberikan fasilitas komputer sebanyak 60 unit di SMP Negeri 1 Malili untuk persiapan UNBK. Sementara untuk SMP YPS Soroako sudah lengkap,” ungkap Ismail, Kadis Pendidikan Luwu Timur, via telepon, Minggu (24/4/16).

Saat ini, kata Ismail, UN tidak lagi menjadi standar penentu kelulusan ditingkat satuan pendidikan. Namun, nilai – nilai tersebut masih diperhitungkan untuk jenjang pendidikan lebih tinggi dengan melihat pemetaan mutu pendidikan di sekolah.

Ia menjelaskan, meskipun UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan namun tidak menjamin semua peserta UN akan lulus 100 persen. Para peserta wajib mengikuti tiga syarat yang ada di sekolah masing – masing.

Syarat tersebut yakni mengikuti semua proses pembelajaran mulai dari kelas I hingga kelas III, berkelakuan baik atau etika dengan kategori baik. Itu dinilai dari guru selama proses pembelajaran disekolah dan lulus ujian sekolah.

“Ujian sekolah atau Indeks Ketuntasan Minimal (IKM) ditentukan sekolah. Misalnya, pelajaran Matematika nanti lulus kalau nilainya 7. Sekarang tingkat kelulusan ada tiga. Dulu empat karena harus lulus UN,” ungkap Ismail.

Soal UNBK tersebut, pihak dinas tetap melakukan antisipasi jaringan telepon dan listrik yang kerap padam dengan cara melibatkan langsung pihak telkom dan PLN untuk bertanggung jawab dan mengawal kegiatan ini.

Ismail berharap, UN dapat berjalan dengan sukses, tidak terhambat dan para peserta UN dapat mengerjakan soal dengan cara jujur tanpa mengharapkan bantuan dari orang lain.

“Prestasi Yes, curang No. Kejujuran yang utama, Peringkat terakhirpun tidak menjadi masalah asalkan mereka mengerjakan soal dengan cara jujur,” ungkapnya.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  • Hirfan-PU