HEADLINE TOPIK:
Legislator Akui Bupati Tidak Tahu Soal Surat Mendagri Terkait Pelantikan
Rabu,20 Juli 2016 | 23:58 WITA | Alpian Alwi
Legislator Partai Hanura Luwu Timur, Rully Heryawan (Ft : FB)

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler ternyata tidak mengetahui adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) soal pelantikan yang tidak dapat disetujui.

Hal tersebut diungkapkan oleh legislator partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Luwu Timur, Rully Heryawan yang ditemui di gedung DPRD Luwu Timur, Rabu 20 Juli.

Berdasarkan komunikasinya dengan Bupati, kata Rully, beliau (Husler) mengaku tidak mengetahui adanya surat tersebut. Selain Bupati, Sekertaris Daerah (Sekda), Bahri Suli juga tidak tahu menahu.

“Saya dan beberapa anggota DPRD lainnya sudah bertemu dengan Bupati dan Sekda. Setelah kami perlihatkan surat dari Mendagri ternyata Bupati tidak tahu adanya surat itu,” ungkap Rully.

Menurut Husler, kata ketua Bappilu Hanura Luwu Timur ini, dirinya tidak akan mengambil sikap untuk melakukan pelantikan pejabat itu bilamana surat dari Mendagri tersebut diketahui.

“Jadi siapa yang bertanggung jawab soal ini? Terkait administrasi seharusnya Sekda yang lebih mengetahui apa lagi surat penting seperti ini sebelum melantik,” ungkap Rully.

Oleh karena itu, DPRD Luwu Timur melalui komisi 1 telah melayangkan surat kepada pemerintah daerah untuk memberikan klarifikasi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (21/7) besok. “Sekda, asisten, BKD dan bagian hukum kita undang untuk RDP,” ungkapnya.

Sementara itu, direktur Forum Pemuda, Pemantau, Kinerja, Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL) Luwu, Ismail Ishak mengatakan, pelantikan yang dilakukan oleh Bupati baru – baru ini dinilai bertentangan dengan aturan.

“Pelantikan baru dapat dilakukan setelah enam bulan menjabat terhitung setelah Bupati terpilih dilantik,” ungkap Ismail melalui via telepon.

Dirinya menyarankan agar Bupati bertindak tegas dan melakukan evaluasi terhadap bawahannya. Soalnya, kasus pelantikan ini merupakan preseden buruk terhadap Pemerintah Daerah sendiri.

“Nama Bupati yang menjadi tidak baik dalam persoalan ini dan dianggap semena – mena tanpa melihat prosedur atau aturan terlebih dahulu sehingga Bupati disarankan mengevaluasi bawahannya agar tidak terulang kejadian serupa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler telah melantik tiga orang pejabat yang berlangsung diaula kantor Bupati, Jum’at (15/7) lalu.

Tiga pejabat itu masing – masing, Kabag Pemerintahan, Dohri As’ari, dilantik sebagai asisten Pemerintahan, camat Mangkutana, Kamal Rasyid dilantik menjadi Pj kepala BKPPD, dan staf Disnakertansos, Hamris Darwis dilantik sebagai staf ahli ekonomi dan keuangan.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.