HEADLINE TOPIK:
Putra Luwu Pimpin Ikatan Sarjana Kelautan Unhas
Senin,5 Desember 2016 | 19:58 WITA | Rilis
Darwis Ismail, Ketua ISLA-UH periode 2016-2020 (Ist)

Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UH) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-6 yang di gelar di Hotel Cipayung Asri, Puncak Bogor, Sabtu (3/12/16). Dalam Mubes ISLA-UH itu, disepakati untuk mengangkat Darwis Ismail sebagai Ketua ISLA-UH periode 2016-2020.

Putra kelahiran Kabupaten Luwu, 2 Maret 1973mendapat mendapatkan dukungan penuh melalui musyawarah mufakat oleh peserta Mubes yang hadir dan menunjuknya menjadi nakhoda baru ISLA-UH. Latar belakangnya sebagai pebisnis, tentu saja akan memberi warna tersendiri dalam kepemimpinannya.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan memimpin ISLA-UH. Kedepannya, kita akan menjadikan ISLA-UH semakin eksis berkiprah dikancah nasional serta menghidupkan kembali koperasi yang pernah ada untuk menghasilkan usaha-usaha yang dapat dikelola bersama,” ujar Darwis, Senin (5/12/16) siang tadi.

Sejak terbentuk tahun 1998, ISLA-UH telah memiliki tidak kurang 1.700 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Anggota yang tersebar dengan berbagai profesi dan pekerjaan, baik instansi pemerintahan maupun swasta tentunya memiliki ide dan gagasan besar untuk memajukan sektor kelautan Indonesia.

“Untuk membantu alumni kelautan yang baru mendapatkan lapangan pekerjaan, kita akan membentuk agensi yang akan memberikan informasi peluang kerja,” lanjut Darwis yang juga Direktur Utama Trikarsa Group.

ISLA-UH sebagai wadah silaturahmi alumni kelautan Unhas akan saling menguatkan profesionalitas sesama anggota. Selain itu, ada visi dan misi yang besar untuk memajukan sektor kelautan sehingga akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kepulauan.

Darwis menambahkan, kedepannya ISLA-UH akan terus mengokohkan perannya dalam mendorong percepatan pembangunan maritim di Indonesia khususnya bagian timur serta mengembalikan jati diri bangsa ini sebagai bangsa maritim yang besar.

“Potensi maritim Indonesia Timur sangat strategis, yang apabila dikembangkan secara serius akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kepulauan. Butuh ketegasan pemerintah untuk menjalankan konsep dan butuh energi yang besar bersama keluarga ISLA-UH untuk mewujudkan hal tersebut,” tegas Mantan Ketua Maperwa Ilmu Kelautan Unhas ini.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  • Hirfan-PU