HEADLINE TOPIK:
Tes Urine BNK Lutim Jaring 14 Orang Pegawai
Senin,6 Februari 2017 | 21:59 WITA | Alpian Alwi
Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam melihat langsung hasil tes urine diruang bagian humas.

Maraknya peredaran barang haram jenis sabu – sabu dikabupaten Luwu Timur membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur bersikap. Melalui Badan Narkotika Kabupaten (BNK) melakukan aksi tes urine.

Tes urine pun juga dilakukan secara mendadak usai apel pagi yang dipimpin langsung Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler yang digelar dikantor Bupati, Senin 6 Februari 2017 pagi tadi.

Dalam tes urine tersebut telah terjaring sedikitnya 14 orang pegawai yang bekerja dilingkup Pemerintah Daerah Luwu Timur. Dari 14 orang itu, 10 orang berjenis kelamin laki – laki dan 4 orang lain adalah perempuan.

Ketua BNK Luwu Timur, Irwan Bachri Syam yang dikonfirmasi membenarkan adanya 14 orang pegawai yang telah dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine. “Ada 14 orang dek, 10 laki – laki dan 4 perempuan,” ungkapnya.

Hanya saja, kata Irwan, jumlah tersebut diatas belum dapat disimpulkan secara keseluruhan adalah pengguna barang haram atau narkoba. Soalnya, dari hasil tes urine, ada juga yang telah menggunakan obat – obatan lain yang bukan narkoba.

Oleh karena itu, 14 orang ini akan kembali dipanggil, Selasa (7/2/17) untuk diambil sampel darahnya. “Kita akan mengambil sampel darahnya kemudian dikirim ke laboratorium rumah sakit Bhayangkari Makassar,” ungkap Irwan.

Meski antusias pegawai menyerahkan urinenya ke tim medis BNK tersebut, namun ada pula oknum pegawai yang sengaja membuang urinenya ketempat sampah. “Ada urine yang kita dapat, makanya kita akan panggil pemilik urine. Botol urine itu juga masih ada nomor registrasi,” ungkapnya.

Soal sanksi, kata Irwan, pihak BNK juga akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Mapolres Luwu Timur dalam hal ini Satuan Narkoba. “Ternyata ada juga pegawai yang memang tengah dibuntuti oleh Polisi,” ungkapnya.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.