HEADLINE TOPIK:
Pelajar Seko Curhat Soal Kondisi Mereka, Ini Daftar Keinginannya
Rabu,8 Februari 2017 | 16:20 WITA | Lukman Hamarong
Kondisi jalan menuju Kecamatan Seko (Sumber: http://debbiesutrisno.blogspot.co.id)

Pemerintah Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Anak, Selasa (7/2/17) yang dihadiri oleh tim fasilitator Musrembang anak dan Bappeda Luwu Utara. Dalam Musrembang anak yang digelar tersebut, terungkap sejumlah mimpi pelajar yang tinggal di daerah yang masih jauh dari hiruk pikuk kehidupan modern.

Seorang pelajar dari SMA Negeri 1 Seko, Nathaniel memulai ‘sesi curhat’ dengan membawa isu listrik yang menurutnya sangat diidam-idamkan oleh masyarakat Seko.

“Kami sangat mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara kiranya mengabulkan keinginan kami, utamanya dalam pemenuhan listrik yang sangat kami dambakan,” ujar Nathaniel.

Menurutnya, listrik adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dalam rangka menunjang aktifitas keseharian mereka. Dengan listrik yang baik, para pelajar tentu bisa belajar dengan tenang, dan guru pun bisa mengajar dengan nyaman.

“Dengan listrik yang bagus pak, kami bisa belajar dengan tenang, guru kami juga pasti sangat nyaman mengajar. Olehnya itu, kami sangat berharap pada pemerintah untuk mengabulkan keinginan kami ini,” ujar Nathaniel.

“Saya ingin di Seko ini, selain listriknya bagus, juga ingin komputer ada di sekolah kami, sehingga kami bisa mengerjakan PR dengan baik di rumah dan belajar komputer di sekolah,” ujarnya menambahkan.

Berbeda dengan Nathaniel, seorang siswi asal Seko Tengah bernama Olga juga menyampaikan unek-uneknya terkait kondisi mereka. “Kami berharap ada sekolah yang dibangun di Seko Tengah, selain itu juga agar jaringan telepon di daerah kami bisa masuk,” ujar Olga.

Menurutnya, para pelajar yang berada di Seko Tengah, terpaksa harus menempuh jalan berbukit untuk bisa mencapai sekolah terdekat. “Kami juga berharap agar jalan utama di Seko bisa diperbaiki,” ujar Olga.

Namun, tidak hanya keluhan yang disampaikan siswi ini, dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sebab telah berhasil membuka akses jalan ke daerah yang berada di jantung pulau Sulawesi itu, terutama untuk dilalui kendaraan roda empat.

“Saya bangga karena mobil sudah bisa sampai di Seko, dan saya juga bangga sudah bisa naik pesawat menuju Masamba,” ujar siswi bernama Olga tersebut dengan senyum semringah.

Dalam Musrembang Anak tersebut, sejumlah keinginan para pelajar di daerah itu seperti sarana bermain anak, penambahan tenaga pendidik, serta sarana pendukung di sekolah seperti komputer, laboratorium, ruang kelas belajar dan aula pertemuan yang permanen, disampaikan secara gamblang dan terbuka.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Seko, Akbar Ali mengatakan dalam acara Musrenbang Anak tersebut, memang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari pelajar di Seko terkait keinginan dan harapan mereka pada pemerintah Luwu Utara.

“Kepada anak-anakku, ini kesempatan kalian untuk memberi masukan kepada pemerintah. Ungkapkan semua, dan sampaikan kepada tim yang datang ini,” tandas Akbar.

Untuk diketahui, Kecamatan Seko merupakan daerah yang berada di dataran tinggi yang terletak di 1200-1800 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, Kecamatan Seko terletak di tengah-tengah Pulau Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Secara geografis, Kecamatan Seko terbagi menjadi tiga bagian yakni Seko Padang di bagian paling timur, Seko Tengah, dan Seko Lemo, dimana daerah Seko berada di dataran tinggi pegunungan “Tokalekaju” yang diapit oleh pegunungan Quarles dan Verbeek.

Seko sendiri merupakan Kecamatan terluas di Luwu Utara, yakni dengan luas wilayah 2.109,19 Km2 dengan jarak tempuh sejauh 120 km dari Masamba, Ibukota Kabupaten Luwu Utara.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.