HEADLINE TOPIK:
Delapan Warga Lutim Positif DBD
Senin,27 Februari 2017 | 14:41 WITA | Alpian Alwi

Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah turun melakukan Fogging dikecamatan Burau dan Malili, Senin (27/2/17). Fogging tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran kasus Deman Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Luwu Timur, jumlah penderita penyakit DBD yang dinyatakan positif yakni delapan kasus. Angka tersebut terhitung sejak Januari hingga Februari 2017 ini. Untuk tahun 2016 lalu, 610 orang juga positif DBD.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Wardan yang ditemui disela – sela kegiatan Fogging membenarkan data tersebut. Menurutnya, jumlah kasus DBD untuk tahun ini berkurang dibandingkan dari tahun 2016 lalu.

Ia merincikan, pada tahun 2016, jumlah penderita DBD sebanyak 610 kasus. Dari jumlah tersebut, 200 kasus diantaranya dibulan Januari hingga Februari. Sementara pada bulan yang sama (Januari hingga Februari) tahun 2017 ini hanya delapan kasus saja.

“Kita sudah turun melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyebarluasan nyamuk DBD dengan melibatkan Pemerintah Desa, Kecamatan dan Puskesmas dengan gerakan satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik),” ungkapnya.

Pihaknya, kata Wardan, hanya mengakomudir Fogging ke delapan kecamatan saja dari 11 kecamatan yang ada di daerah Bumi Batara Guru. Untuk tiga kecamatan lainnya yakni, Nuha, Wasuponda dan Towuti masuk dalam wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia, Tbk.

“Kita hanya melayani 37 desa untuk delapan kecamatan termasuk Malili, kecuali kecamatan Nuha, Wasuponda dan Towuti karena masuk dalam wilayah pemberdayaan PT Vale. Ketiga kecamatan tersebut adalah tanggung jawab PT Vale,” ungkap Wardan.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.