HEADLINE TOPIK:
Ratusan Karyawan Datangi Kantor DPRD Lutim
Selasa,4 April 2017 | 16:33 WITA | Alpian Alwi

Sebanyak 190 orang karyawan yang mengatasnamakan aliansi karyawan pada projek HCOG PT Vale Indonesia telah mendatangi kantor DPRD Luwu Timur, Selasa 4 April.

Kedatangan ratusan karyawan yang berasal dari PT Minja Engineering, PT Tansere dan PT Saweri Gading tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam dan wakil ketua, HM Siddiq BM.

Koordinator aksi, Hasanuddin mengatakan, aksi yang disampaikan rekan – rekan karyawan ini telah menuntut sejumlah tuntutan dengan berdasarkan UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Permenakertrans nomor 19 tahun 2012 tentang outsourcing.

Sejumlah tuntutan itu ia merincikan, menolak penerimaan karyawan PT Vale khususnya untuk tenaga kerja operator, meminta kepada Disnakertrans untuk membatalkan penerimaan operator pada PT Vale.

Selain itu, kata Hasan, juga meminta kepada PT Vale untuk segera melakukan penandatanganan kontrak dengan tenaga kerja outsourcing yang sudah berkontribusi pada PT Vale yang berjumlah 190 orang.

“Apa bila penerimaan ini tetap berlanjut, kami tidak akan ikut serta dalam proses seleksi oleh karena tahapan itu telah kami lalui bahkan kami sudah berproduksi untuk PT Vale,” ungkapnya.

Ia pun mengancam akan melakukan aksi mogok kerja dan melakukan aksi tutup akses penunjang operasional PT Vale jika tuntutan diatas tidak terpenuhi. “Kita menunggu, jika tidak terpenuhi kami akan tutup akses PT Vale,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam merespon baik kedatangan dan aspirasi yang disampaikan oleh ratusan karyawan tersebut. Menurutnya, DPRD akan memfasilitasi dan membicarakan aspirasi ini dengan PT Vale dan dinas terkait.

“Aspirasi ini akan kita kawal dan akan membicarakan dengan PT Vale dan dinas Tenaga Kerja,” ungkap legislator partai Golongan Karya (Golkar) Luwu Timur.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.