HEADLINE TOPIK:
Pemprov Pamerkan Beras Tarone di PENAS XV Aceh
Rabu,10 Mei 2017 | 09:36 WITA | Lukman Hamarong

Kalau kita berkunjung ke stand Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Pameran Pembangunan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Nasional PENAS XV Kota Banda Aceh, kita akan temukan beras tarone kemasan 1 kg dipamerkan. Menariknya, beras khas Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara ini rupanya menjadi magnet bagi pengunjung pameran, seperti yang terjadi pada Selasa (9/5/17).

Beberapa pengunjung mampir di stand Pemprov Sulsel, dan beras tarone mampu menarik perhatian berlebih dari para pengunjung. Bukan hanya tarone, beras jamborana juga ada. Ketua KTNA Kabupaten Wajo, Rafiuddin, yang kebetulan bertugas menjaga stand Pameran Pemprov Sulsel mengungkapkan, sepanjang PENAS kali ini beras tarone paling menyita atensi pengunjung.

Menurut Rafiuddin, ketertarikan pengunjung karena beras tarone adalah beras organik yang berasal dari varietas unggul lokal yang dapat tumbuh pada ketinggian 800 – 1.300 di atas permukaan laut (dpl), dan umur tanaman yang mencapai 6 bulan, serta mempunyai rasa yang enak, wangi dan tidak cepat basi.

“Kami jelaskan ke mereka bahwa beras tarone adalah beras organik yang berasal dari beras unggul lokal yang hanya ada di Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan, yang terkenal dengan rasanya yang enak, wangi dan tidak cepat basi. Hanya bapat tumbuh di ketinggian 800-1.300 dpl, serta umur tanaman 6 bulan,” beber Rafiuddin.

Dibanding daerah lain, lanjut Rafiuddin, tarone jelas mempunyai kunggulan tersendiri, sehingga pengembangan dan pemasarannya harus terus digerakkan dan disosialisasikan oleh semua stakeholder. “Beras ini jelas punya keunggulan yang lebih dibanding beras lain, sehingga diperlukan peran aktif stakeholder dalam memperluas pengembangan dan pemasarannya. Ini harus terus digerakkan, dan penyuluh pertanian ada di garda terdepan,” pungkas Rafiuddin

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.