HEADLINE TOPIK:
Obama Plt Hanura Sulsel, Kader Nilai OSO Tidak Konsisten
Kamis,11 Mei 2017 | 18:12 WITA | Alpian Alwi
Wakil ketua, Abidin Arief (kiri) didampingi Sekertaris DPC Hanura Luwu Timur, Abd Najib saat memimpin rapat konsolidasi.

Ketua Pembinaan Daerah Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tengah partai Hanura, Bahar Ngitung menjabat sebagai pelaksana tugas ketua DPD partai Hanura Propinsi Sulawesi Selatan menggantikan Ambo Dalle.

Pergantian Ambo Dalle sebagai 01 partai Hanura di Sulsel ini mendapat reaksi dari kalangan kader partai Hati Nurani Rakyat itu sendiri. Soalnya, pergantian Ambo Dalle sebagai ketua dinilai sepihak dan tidak berdasarkan mekanisme partai.

Kader partai Hanura Luwu Raya, Abidin Arief mengatakan, munculnya Obama sapaan akrab Bahar Ngitung sebagai pelaksana tugas partai Hanura di Sulawesi Selatan menggantikan Ambo Dalle menjadi preseden buruk bagi partai Hanura sendiri.

Menurut Abidin, ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) sendiri pernah menyampaikan kemedia soal revisi pengurus Sulsel namun revisi tersebut tidak menyentuh ketua dan sekertaris.

Namun kenyataannya, kata ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat) Luwu Timur ini, revisi tersebut menyentuh ketua yakni Ambo Dalle. Ia pun menilai kalau OSO tidak konsisten dengan kalimatnya dan berupaya menghancurkan partai Hanura ini.

“Ini juga merupakan sejarah terburuk di Hanura Sulsel sebab tidak ada perpecahan dikubuh pengurus DPD serta tingkat DPC kok tiba – tiba ada Plt, Sepertinya Hanura tidak punya aturan sebab petinggi sendiri berbuat semaunya,” tegas Abidin.

Tentu, kata Abidin, negara ini akan terombang ambing jika tidak berpedoman pada Undang Undang Dasar (UUD) untuk berbuat. Begitu pula dengan Hanura jika tidak menghormati aturan dan mekanisme yang ada saat ini.

Ia pun menduga kalau dibalik ini merupakan kerja – kerja oknum eksternal Hanura dengan menggunakan tangan pengurus untuk mengacaukan Hanura agar tidak lolos dalam verifikasi faktual dalam menghadapi Pemilu 2019 serta Pilkada 2018 mendatang.

“Membesarkan partai tidaklah seperti dengn cara mengandalkan ketua, harusnya OSO sebagai negarawan harus memberikan kami contoh yang terbaik dalam berpolitik bagaimana punya etika. Pemimpin yang konsisten adalah pemimpin yang satu kata, satu perbuatan,” kata Abidin.

Jika kinerja ketua DPD Hanura Sulsel, Ambo Dalle dianggap tidak maksimal, tambah Abidin, kenapa baru saat ini dilakukan kritikan setelah mendekati Pilkada serentak 2018 mendatang.

“Saya yakin jika seperti ini cara kepemimpinan OSO maka masyarakat pasti akan tertawa mendengar partai jika disebut – sebut partai Hanura sebab tidak lagi sesuai Hati Nurani Rakyat, jangankan bergabung, jadi pengurus Hanura sendiri orang tidak akan mau karena mendengar perilaku ketua umum terhadap anggotanya,” tegas Abidin.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.