HEADLINE TOPIK:
Saat Longsor, Warga Awalnya Menduga Terjadi Gempa
Jumat,12 Mei 2017 | 22:10 WITA | Alpian Alwi
Proses evakuasi sejumlah korban longsong di Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur (Ist)

 

Musibah tanah longsor telah terjadi di dusun Ujung Batu, desa Maliwowo, kecamatan Angkona, kabupaten Luwu Timur, Jum’at 12 Mei sekitar pukul 05.30 wita pagi tadi, menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Longsor yang menimbun sebanyak 14 rumah warga itu mengakibatkan tujuh warga meninggal dunia.

Tidak ada yang menduga akan terjadi bencana, apalagi bencana longsor terjadi di pagi hari disaat sebagian besar warga belum beraktifitas. Apalagi disaat itu, hujan mengguyur dengan deras.

Seorang warga Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Sukardi mengatakan hujan deras sudah mengguyur sejak malam hari. Dia mengaku tidak memiliki firasat apapun, dirinya saat itu baru saja terbangun dan belum melakukan aktifitas apa-apa karena hujan lebat masih mengguyur.

“Tiba-tiba terasa tanah begetar, awalnya saya menyangka terjadi gempa bumi, sehingga secara refleks langsung berlari keluar rumah,” ujar Sukardi yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Saat berada di luar rumah, dia mengaku Ia mengaku panik saat melihat jalan poros tersebut sudah tertutupi oleh tanah akibat longsor.

“Jalan sudah dipenuhi tanah, ada juga rumah yang tertutupi material tanah,saya langsung mendatangi rumah korban yang diketahui bernama, Nanni. Rumah ini telah tertutupi separuh oleh tanah. Saat mendekati rumah itu, saya melihat tiga korban yakni Nanni, Sandi dan Sindi sudah tergeletak yang langsung saya evakuasi menjauhi lokasi longsor dibantu para tetangga lainnya,” ujar Sukardi.

Tiga orang yang dievakuasi itu, satu orang sudah meninggal dunia yakni pemilik rumah, Nanni, sementara dua lainnya yaitu Sandi dan Sindi masih selamat hanya mengalami luka.

Sukardi mengaku, tidak bisa bertindak lebih banyak saat itu untuk menolong korban lainnya, karena tanah masih terus bergerak, yang dikhawatirkan justru akan membahayakan diri sendiri. “Nanti setelah kondisi tanah sudah mulai stabil, serta bantuan dari pemerintah sudah berdatangan, baru dilakukan evakuasi terhadap korban lainnya.

Evakuasi korban dilakukan terhadap Erna, Sri dan seorang balita yakni Sul, yang memakan waktu cukup lama. Soalnya, ketiga korban ini berada dibawah mobil dump truck dengan tertutupi tumpukan kayu dan tanah.

Bahkan, pihak Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur, menerjunkan satu unit excavator untuk memindahkan kayu dan menggali tumpukan tanah. Sesekali ekscavator tersebut mengangkat dump truck itu untuk memudahkan korban dievakuasi. Kedua korban yang lebih dahulu dievakuasi yakni Sri dan Sul ditarik keluar oleh warga dan langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat.

Sementara korban lainnya, Erna masih berada dalam tumpukan tanah dan masih terus dilakukan evakuasi. Hingga pukul 16.30 Wita sore tadi, proses evcakuasi terhadap Erna masih belum berhasil dilakukan.

Dari data yang diperoleh, Korban yang meninggal dunia dalam kejadian ini berjumlah tujuh orang, termasuk Erna yang masih dalam tahap evakuasi.

Berikut nama – nama korban meninggal dunia dan luka – luka akibat musibah tanah longsor yang terjadi didusun Ujung Batu, desa Maliwowo, Jum’at 12 Mei sekitar pukul 06.00 wita. Tujuh warga yang meninggal dunia yakni, Darwis, Oga, Nanni, Erna, Sri, Sul dan Haerul. Sementara luka – luka, Sandi, Sindi, M Sandi, Ical, Emi, Gummang, M Candra.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.