HEADLINE TOPIK:
Ratusan Koperasi di Lutim Terancam Dibubarkan
Kamis,18 Mei 2017 | 15:43 WITA | Alpian Alwi

Sebanyak 130 Koperasi Usaha Kecil dan Menegah di Luwu Timur terancam dibubarkan. Hal itu diketahui saat dilakukan verifikasi lapangan terhadap koperasi yang tidak mampu lagi untuk berkembang.

Dari hasil verifikasi tersebut koperasi bersangkutan akan diusulkan untuk dibubarkan. “Koperasi yang tidak pernah melakukan RAT akan dibubarkan,” kata Kepala Dinas Perdangangan, Koperasi dan UKM Luwu Timur, Rosmiati Alwy.

Ia menjelaskan jika pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman, wawasan dan perkembangan koperasi sehingga dalam melaksanakan kegiatan kelembagaan koperasi dapat dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Rosmiati juga mengungkap jika di kabupaten luwu timur sendiri tercatat 144 koperasi dan baru 14 koperasi yang telah melakukan RAT dalam 2 tahun terakhir, sehingga sisanya terancam akan dibubarkan jika tidak segera membenahi manajemen mereka.

“Kondisi ini cukup memprihatinkan hanya sekitar 40 persen (koperasi) yang memang berkoordinasi baik dan memenuhi asas koperasi,” ungkap Rosmiati.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu timur, Bahri Suli mengatakan, koperasi di Luwu Timur yang masih dinyatakan aktif itu, juga mendukung langkah Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM tersebut. “Koperasi harus dikelola secara akuntabel, transparan dan terbuka,” kata Bahri.

Menurutnya, dari sekian banyak koperasi yang ada memang tidak dipungkiri ada yang didirikan tidak dibarengi dengan manajemen dan pengelolaan yang tidak profesional.

Namun sejumlah koperasi juga masih dinilai memenuhi asas koperasi dan memberikan sumbangsih dalam pembangunan daerah dan menjadi mitra pemerintah.

Untuk itu, Bahri, dirinya mendukung langkah tegas yang akan diambil oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah terhadap koperasi-koperasi “bandel” tersebut, agar kepercayaan masyarakat terhadap koperasi tidak hilang.

“Kalau memang ada koperasi yang tidak lagi bisa dipertahankan ya di bubarkan saja,” tegas Bahri.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.