HEADLINE TOPIK:
Mobil MPLIK Dialihfungsikan. Ini Penjelasan Dinas Kominfo!!!
Senin,12 Juni 2017 | 13:40 WITA | Alpian Alwi

Mobil Pelayanan Internet Kecamatan (MPLIK) yang ada di kabupaten Luwu Timur telah dialifungsikan sebagai kendaraan rental hingga digunakan warga untuk berjualan di pasar sentral Malili, kecamatan Malili.

MPLIK ini merupakan aset pihak ketiga yang ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk program layanan Universal Service Obligation (USO) dengan layanan dasar (Voice) hingga layanan data atau internet.

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Luwu Timur, Andi Murfhy mengatakan, kendaraan MPLIK bukan merupakan aset Pemerintah Daerah (Pemda) melainkan milik pihak ketiga yang telah ditunjuk. “Itu bukan aset Pemda dek tapi aset pihak ketiga,” ungkapnya.

Soal kendaraan MPLIK yang dialihfungsikan, kata Andi Murfhy, Pemda sendiri saat ini tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kendaraan tersebut. Soalnya, kendaraan MPLIK sedang dalam sidang sengketa.

“Ini program pusat, kendaraan MPLIK ini juga sedang dalam sidang sengketa antara Kementerian dan penyedia jasa yang telah berproses pada Badan Arbitrase Nasional (BANI),” ungkap Andi Murfhy, Senin (12/6/17).

Ia menjelaskan, proyek MPLIK Internet Desa ini sejatinya dipimpin oleh Balai Penyedia Pengelola, Pendaaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) yang didirikan pada tahun 2010 dan berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

“Namun sejak 31 Desember 2014 lalu program tersebut telah dihentikan atas dasar rekomendasi moratorium sesuai pembahasan pemerintah dan DPR – RI dan hingga saat ini masih bersengketa,” ungkap mantan Kadis Perhubungan Luwu Timur.

Namun demikian, tambah Andi Murfhy, pihaknya akan tetap mengkoordinasikan permasalahan ini ke pengelola yang ada di Luwu Timur dengan Pihak penyedia (PT Telkom) dan ditembuskan ke Kementerian sebagai pemilik kegiatan.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.