HEADLINE TOPIK:
Andi Fauziah : Pancasila pemersatu perbedaan
Sabtu,17 Juni 2017 | 17:07 WITA | Rls

Anggota MPR/DPR-RI drg. Hj.Andi Fauziah Pujiwatie Hatta, S.K.G.  menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) empat pilar berbangsa dan Bernegara dengan Masyarakat Desa Taripa Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur Sabtu 17 Juni 2017.

Empat pilar Berbangsa dan Bernegara  yang dimaksud yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pada kesempatan tersebut, Andi fauziah didampingi Anggota DPRD Kab. Luwu Timur A. Endhi B Shin Go. Menurut Andi Fauziah mengatakan, lunturnya nilai-nilai Pancasila sangat dirasakan belakangan ini, tingginya angka kriminalitas yang tejadi mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah mengalami krisis Moral.

Sehingga kedepan, kata Fauziah, peran semua pihak diharapkan untuk bisa bersinergi dalam mengembalikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bebangsa dan bernegara.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan yang harus diketahui masyarakat luas, ini adalah warisan bangsa yang harus diketahui karena mampu mempersatukan bangsa,” ungkapnya.

Menurut Fauziah, Rapat Dengar Pendapat empat pilar Berbangsa dan Bernegara sangat penting untuk terus digallakkan mengingat kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini sudah jauh dari nilai-nilai pancasila.

Dalam kesempatan itu juga, legislator dari Partai Golkar ini menekankan bahwa lingkunagan keluarga diharapkan menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. melalui lingkungan keluarga untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus diketahui oleh semua elemen masyarakat. Sebagai putra daerah yang diberi amanah oleh masyarakat sudah merupakan kewajiban saya memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Selama saya di DPR RI saya akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat,” kata Andi Fauziah yang juga anak dari mantan Bupati Luwu timur dua periode  Andi Hatta Marakarma.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.