HEADLINE TOPIK:
Ingin yang Terbaik, Balitbangda Undang Professor Bahas Program Kelitbangan
Selasa,25 Juli 2017 | 16:36 WITA | Lukman Hamarong

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Luwu Utara tidak main-main dalam memberikan yang terbaik, khususnya dalam program Kajian Strategis Kelitbangan Tahun Anggaran 2018.

Guna mewujudkan itu, Balitbangda dalam sidang Majelis Pertimbangan (MP) yang digelar pada Selasa (25/7/2017), di Ruang Pertemuan Wakil Bupati, mengundang beberapa Ahli/Pakar/Praktisi yang bergelar professor dan doktor, guna membahas beberapa program kelitbangan.

“Kita sengaja mengundang para pakar, ahli dan praktisi di bidang penelitian yang ada di Universitas Hasanuddin dan Universitas Andi Djemma karena kita ingin menjadi yang terbaik di Indonesia. Apalagi Sidang MP yang kita lakukan hari ini adalah sidang yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Dan Luwu Utara yang pertama kali melakukannya sejak Permendagri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Litbang Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah terbit,” ungkap Kepala Balitbangda Bambang Irawan.

Apa yang disampaikan eks Kepala BAPPEDA itu diperkuat oleh adanya pengakuan dari Badan Penelitian dan Pengembanga (BPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa Luwu Utara telah memperkuat dan meniupkan kegiatan riset di daerah melalui lembaga kelitbangan. “Luwu Utara adalah daerah pertama yang menerapkan aturan ini dan hal tersebut telah mendapat pengakuan dari BPP Kemendagri di mana kita diakui telah memperkuat dan meniupkan kegiatan riset di daerah melalui lembaga litbang,” terang Bambang.

Sidang MP Kelitbangan ini seyogyanya dipimpin langsung Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani yang notabene merupakan Ketua MP Kelitbangan. Namun, karena Bupati di waktu yang sama juga sedang melakukan ekspose di Balai Besar Wilayah IV Sungai Pompengan Jeneberang Makassar membahas tentang upaya penanganan sungai rongkong, sehingga Sidang MP Kelitbangan dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Abdul Mahfud yang juga Wakil Ketua MP Kelitbangan.

“Permohonan maaf dari ibu Bupati karena beliau sementara ekspose di Balai Besar Sungai Pompengan di Makassar, sehingga beliau mengamanahkan kepada saya untuk memimpin sidang ini,” tutur Mahfud saat membuka sidang MP.

Dalam sidang tersebut, Mahfud juga mengatakan bahwa segala permasalahan harus diselesaikan secara adaptif dan bersinergi dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. Dan apa yang dilakukan dalam sidang dengan melibatkan para pakar adalah langkah tepat.

Masih menurut Mahfud, Luwu Utara selalu menjadi daerah perintis atau pionir atau selalu menjadi yang pertama dalam melakukan sebuah langkah atau terobosan-terobosan. Dan sekali lagi, kata Mahfud, hal itu dibuktikan dengan adanya kegiatan Sidang MP Kelitbangan yang pertama dilakukan di Indonesia.

“Luwu Utara memang (mungkin) bukan The Best, tapi selalu menjadi The First. Nah, ungkapan itu kita buktikan sekali lagi dengan Sidang MP yang kita lakukan hari ini,” pungkas Mahfud

Adapun para pakar, ahli dan praktisi dari lembaga penelitan perguruan tinggi yang hadir dalam Sidang MP Kelitbangan adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Ramadhan Siregar, MS (Unhas Makassar); Prof. Dr. H.M. Wasir Thalib, MS (Ketua Dewan Riset Sulsel); Prof. Dr. H. Sidin Ali, M.Pd. (UNM); Dr. Alimuddin Sabanmiru (UNM); Dr. Marsus Suti, M,Kes. (Rektor Unanda Palopo); Dr. Irman Halid , M.Si. (Unanda); Naima Haruna, SP., MP. (Unanda); dan Sharma Hadeyang, SE,. M.Si. (Unanda).

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.