HEADLINE TOPIK:
Pelaku Pemerkosaan di Lutim Terancam 12 Tahun Penjara
Selasa,25 Juli 2017 | 16:29 WITA | Alpian Alwi
Ilusatrasi (Int)

Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur berhasil menangkap, Andiman (32) warga desa Togo, kecamatan Wasuponda, kabupaten Luwu Timur, Minggu (23/7). Pelaku ditangkap atas laporan dugaan tindak pidana pemerkosaan.

Informasi yang dihimpun, korban yang diketahui berinisial SH (28) menumpang dimobil angkutan milik pelaku, Andiman. Niatnya menuju desa Manurung, kecamatan Malili dari arah Soroako. Namun, saat tiba dipertigaan Karebbe, mobil tersebut dibelokkan menuju Lampia.

Kala itu, korban terus berusaha untuk mencegah pelaku tetapi pelaku yang tidak saling kenal dengan korban justru melajukan mobil yang dikemudinya itu hingga tiba dipinggir jalan yang sepi, tepatnya di Lampia, Desa Harapan kecamatan Malili.

Korban yang saat itu tengah mabuk kendaraan langsung turun dari mobil dan muntah. Pelakupun memanfaatkan kondisi tersebut dan langsung menarik korban menuju arah pinggir pantai yang dipenuhi semak – semak. Disemak – semak inilah pelaku memperkosa korban.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak, Selasa (25/7) mengatakan, pelaku dan korban tidak saling kenal mengenal. Korban yang tadinya menumpangi kendaraan pelaku dengan niat menuju arah desa Manurung, kecamatan Malili.

Hanya saja, kata Parojahan, setan telah merasuki pikiran pelaku sehingga kendaraan tersebut dibelokkan menuju desa Harapan atau Lampia. “Saat mobil berhenti korban muntah. Pelaku langsung menarik korban kesemak – semak dan memperkosanya,” ungkapnya.

Menurut perwira dua melati ini, pelaku saat ini tengah diamankan di Rumah Tahan (Rutan) Polres Luwu Timur untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Usai melakukan aksi bejatnya itu, pelaku langsung melarikan diri dengan mengendarai mobilnya,” ungkapnya.

Parojahan menambahkan, pelaku diduga telah melakukan tindak pidana pemerkosaan dan atau perbuatan cabul terhadap korban SH sehingga diancaman hukuman 12 tahun penjara. “Pelaku dijerat pasal 285 sub pasal 289 KUHP ancaman 12 tahun,” ungkapnya.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.