HEADLINE TOPIK:
Husler Optimis Padi Organik Luwu Timur Jadi Produk Unggulan
Jumat,11 Agustus 2017 | 14:02 WITA | Humas Lutim

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya mengajak petani mengembangkan produksi beras organik di Luwu Timur. Pasalnya Pemerintah daerah menargetkan beras organik sebagai salah satu komoditi unggulan daerah. Seperti yang terlihat di Desa Manurung Kecamatan Malili, Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler bersama jajaran Forkopimda melakukan tanam perdana padi organik, Kamis (10/08/2017).

Penanaman padi organik ini juga mendapat dukungan dari Millenium Challenge Account Indonesia , Yayasan Lembaga Pengkajian Pembangunan Ekonomi Masyarakat (YLP2EM) dan PT Vale Indonesia.

“Pola tanam organik yang sudah dilakukan sejak 2016 ini dan sedikitnya sudah mencapai 46,4 hektar yang tersebar diseluruh Kabupaten Luwu Timur dengan Provitas rata-rata 3,39 Ton perhektar ” ujar Husler.

Sebelumnya Husler juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berupaya untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Luwu Timur.

“saat ini tanaman padi organik terus kami kembangkan dengan harapan di tahun 2017 ini luasan lahan bisa mencapai 82 hektar ,sehingga hasil padi organik nantinya mampu bersaing di pasaran dan menjadi produk unggulan dari bumi batara guru” katanya optimis

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengatakan penanaman padi secara organik ini mampu membawa keuntungan. Mulai dari menghemat biaya produksi, hemat tenaga kerja, hemat air dan hasil panen akan memiliki nilai ekonomis tinggi,tutup husler

Sampai saat ini pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai bantuan penujang dan peralatan pertanian untuk desa Manurung diantaranya
Traktor 6 Unit, pompa air 2 unit, combain mini 1 unit dan pintu air telah dibuat sebanyak 9 titik.

Direktur YLP2EM, Ibrahim Fattah menyebutkan, program tanam padi organik ini merupakan usaha perusahaan dalam membantu meningkatkan pendapatan petani.

“Program ini merupakan wujud kepedulian kami dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah kabupaten luwu timur dalam bidang ketahanan pangan,” tutup ibrahim.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.