HEADLINE TOPIK:
5.088 KPM Terima Bansos PKH
Selasa,15 Agustus 2017 | 08:13 WITA | Ophy / Alpian Alwi

Sebanyak 5.088 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Luwu Timur menerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap I, II, dan III Tahun 2017 secara non tunai. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp7. 641.000.000 miliar terdiri dari Bansos Fasilitas Pendidikan, Bansos Fasilitas Kesehatan, Bansos Lanjut Usia (Lansia) dan Bansos bagi Penyandang Cacat atau Disabilitas.

Penyerahan bansos yang difasilitasi Dinas Sosial, Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos & P3A) Kabupaten Luwu Timur dilakukan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Luwu Timur HM. Thorig Husler dihadapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gedung Wanita Simpurusiang, Puncak Indah, Malili, Senin (14/08/2017).

Penyerahan bantuan diawali kepada Pimpinan Kantor Cabang Mikro (KCM) Bank Mandiri Musli Amiruddin kemudian dilanjutkan penyerahan Buku Tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada perwakilan KPM yang mendapat bantuan.

Kadis Dinsos dan P3A Kabupaten Luwu Timur, Sukarti dalam laporannya mengatakan bahwa PKH merupakan tindak lanjut dari komitmen Kementerian Sosial dalam mengentaskan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

Terkait hal ini, Sukarti mengatakan bantuan sosial PKH ini sudah berjalan sejak tahun 2014 lalu, kita sudah menyiapkan tenaga pendamping untuk mendata warga di setiap kecamatan, tenaga pendamping ini dibiayai oleh pusat.

Adapun metode pencairan bansos non tunai nantinya akan menggunakan Buku Tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dalam bentuk ATM dibank yang ditunjuk yakni Bank Mandiri.

Menurutnya, melalui sistem penyaluran non tunai dengan menggunakan KKS, bansos akan langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat, selanjutnya, penerima manfaat dapat bertransaksi dan mencairkan bansos melalui bank anggota HIMBARA (BNI 46, BTN, BRI, Bank Mandiri).

Sementara Bupati Luwu Timur H. M. Thorig Husler usai menyerahkan bantuan mengatakan Program Keluarga Harapan yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial merupakan salah satu upaya pemerintah pusat dalam membantu mengurangi beban hidup keluarga yang kurang mampu.

Untuk itu, Bupati meminta para KPM Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menggunakan uang bantuan tersebut sebagaimana tujuan dari program tersebut seperti pendidikan anak dan kebutuhan gizi keluarga.

“Saya berharap program-program bantuan ini juga sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati.

Tak hanya itu, Husler juga menyarankan kepada pemerintah kecamatan agar menginformasikan program bantuan ini kepada rumah tangga sasaran, begitupun dengan bagi kades dan lurah agar bersama sama pendamping mendata keluarga miskin secara objektif sesuai dengan indikator kemiskinan yang diisyaratkan oleh ketentuan yang berlaku sehingga tidak terjadi persoalan dikemudian hari.

“Dan kepada KPM bila sudah mampu disarankan agar melaporkan diri sehingga bantuan bisa dilimpahkan pada yang lebih membutuhkan,” ujar Husler.

Usai membuka kegiatan tersebut, Bupati Luwu Timur didampingi Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Sekretaris Daerah Bahri Suli secara langsung memantau proses pencairan dana PKH non tunai untuk Kecamatan Malili.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.