HEADLINE TOPIK:
Orasi Kebangsaan, Husler Tegaskan Pancasila Sudah Final
Selasa,15 Agustus 2017 | 08:02 WITA | Rls / Alpian Alwi

Pancasila sudah final. Tidak boleh lagi diganggu gugat. Para pendiri bangsa telah berjuang mengorbankan semuanya, pikiran, harta bahkan nyawa sekalipun. Pahlawan kusuma bangsa telah membawa bangsa ini meraih kemerdekaan. Kini tugas menjaga negara ini ada di pundak kita semua.

Demikian pekikan orasi kebangsaan yang disampaikan Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dihadapan ratusan orang dari unsur TNI, Polri, ASN Pemkab Luwu Timur, Petani, Mahasiswa, Tokoh Agama, dan tokoh masyarakat saat menggelar apel renungan kebangsaan yang digagas Polres Luwu Timur di Lapangan Merdeka Malili, Senin (14/08/2017).

“Keutuhan dan nasionalisme bangsa kita kembali diuji. Pelemahan generasi muda lewat narkoba. Gerakan intoleransi, gerakan radikal hingga paham teroris terus merongrong bangsa ini. Tidak ada jalan lain, kita semua harus bersatu menjaga NKRI,” tandasnya.

“Bangsa kita bangsa yang kaya sumber daya alam. 50 tahun lagi, dunia mungkin saja krisis energi dan pangan. Tapi tidak dengan Indonesia. Bangsa mereka tentu ingin menguasai. Akankah kita biarkan???? Tidak!!! Tidak!!! Tidak!!!!, Kita akan melawan. Kita Indonesia, kita NKRI” tambah Husler penuh semangat.

“Penjajah zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu. Segala upaya melemahkan negara terus dilakukan. Kita tidak boleh biarkan. Kita harus pertahankan kewibaan Merah Putih. Saudaraku.. jangan sia-siakan air mata dan darah para pejuang. Kita harus jadi pemenang dinegeri sendiri,” kata Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak.

“Kita dukung pemerintah saat ini dalam membangun negeri. bangkitlah Indonesiaku” pekik Parojahan.

Ketua DPRD, Amran Syam dalam orasinya mengatakan gugusan bukit-bukit verbeek telah menjadi saksi bahwa kehadiran semua elemen masyarakat ditempat ini dilapangan merdeka Malili berikrar untuk menyatakan kita Indonesia.

“Meski langit itu runtuh sekalipun, kita semua, seluruh komponen anak bangsa akan tetap berdiri tegak mempertahankan kebhinekaan, mempertahankan pancasila. Oleh karena itu mari kita bersatupadu mempertahankan NKRI” katanya.

“Berbagai suku, agama, budaya adalah ciri bangsa kita. Perbedaan ini adalah rahmat yang harus di syukuri dan yang harus kita jaga bersama-sama, kita rawat bersama!! Merdeka..” tegas Amran.

Renungan kebangsaan itu akhirnya ditutup dengan pembacaan ikrar oleh Bupati Luwu Timur yang diikuti seluruh elemen masyarakat. Ikrar tersebut yakni Kita Indonesia, Kita Pancasila, Kita Indonesia, Kita NKRI dan Kita Indonesia, Kita Bhinneka Tunggal IKA.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.