HEADLINE TOPIK:
2018, Disdukcapil Lutra Luncurkan Sejumlah Program Andalan
Minggu,27 Agustus 2017 | 22:48 WITA | Lukman Hamarong
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Luwu Utara , Mas'ud Masse. (Ft: Pian)

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Luwu Utara bakal menerapkan beberapa program unggulan pada 2018 mendatang. Setelah menelurkan program perekaman dan pencetakan e-KTP langsung di kecamatan pada medium tahun ini, kembali Dinas Dukcapil bakal menerapkan beberapa program unggulan dalam rangka mempercepat pelayanan administrasi kependudukan di Luwu Utara.

“Tahap pertama tahun ini kita melakukan perekaman sekaligus penerbitan e-KTP langsung di kecamatan. Insya Allah, tahun 2018 mendatang ada beberapa program unggulan yang akan kita terapkan dalam rangka mempercepat pelayanan administrasi kependudukan di Luwu Utara,” ungkap Kadis Dukcapil, Mas’ud Masse, saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini. Namun program itu, kata Mas’ud, butuh dukungan semua pihak.

“Tapi ini juga membutuhkan dukungan dari Pemda dan DPR, untuk menyiapkan sarananya (alat). Kalau itu didukung, maka pertengahan 2018 mendatang kita akan lakukan pencetakan e-KTP dan KK sekaligus di kecamatan. Kenapa ini kita lakukan, karena kami ingin mendekatkan pelayanan di seluruh kecamatan yang ada,” kata Mas’ud.

Bukan itu saja. Dukcapil berencana akan menerapkan program Kartu Identitas Anak (KIA) yang fungsinya kurang lebih sama dengan KTP. KIA ini, kata Mahfud, sasarannya adalah anak usia di bawah 16 tahun.

“Kita juga akan programkan KIA. Sebenarnya ini program nasional, tapi baru dua daerah yang menerapkannya, dan kami mau menjadi daerah ketiga yang menerapkan KIA ini. KIA ini sasarannya adalah anak usia 16 tahun ke bawah,” ujarnya.

Selain KIA, pihaknya juga akan menerapkan pelayanan terintegrasi yang dinamakan two in one (sekali bermohon dua dilayani), three in one (sekali bermohon tiga dilayani) dan four in one (sekali bermohon empat dilayani). Pelayanan tersebut sebenarnya sudah diujicobakan, tapi kata Mas’ud, baru akan diterapkan secara resmi pada 2018 mendatang.

“Kita sudah mulai mencoba pelayanan terintegrasi ini dan sudah sebulan kita ujicobakan,” ungkap Mas’ud.

Masih belum cukup, Dukcapil juga berencana menerapkan pelayanan via SMS. Di mana pelayanan ini, seluruh proses pelayanan bakal selesai dalam sehari. Artinya tidak ada lagi pelayanan administrasi kependudukan yang bermalam.

“Kalau ada masyarakat yang ingin bikin dokumen kependudukan bisa lewat SMS saja, kami tinggal menindaklanjutinya dengan menginput data yang mereka laporkan lewat SMS,” jelas Mas’ud.

“Kalau semua ini sudah tercipta, maka tidak ada lagi masyarakat yang resah, karena data kita sudah mulai bagus. Saya ingin sedikit sentuhan perubahan. Saya kasi tahu teman-teman saya di sini, saatnya kita gerakkan percepatan pelayanan. Tapi semua ini bisa jalan jika didukung semua stakeholder yang ada,” pungkas Mas’ud.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.