HEADLINE TOPIK:
Amran Syam : Pelabuhan Waru – Waru Harapan Masyarakat Lutim
Senin,2 Oktober 2017 | 08:35 WITA | Alpian Alwi
Ketua terpilih DPRD Luwu Timur, Amran Syam. (Ft: Alpian Alwi)

Pelabuhan Waru – Waru yang terletak didesa Harapan, kecamatan Malili, kabupaten Luwu Timur menjadi salah satu harapan masyarakat. Soalnya, pelabuhan Waru – Waru sangat berdampak positif bagi pendapatan daerah.

Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam melalui via telepon, Senin (2/10) mengatakan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) telah menyetujui mengalokasikan anggaran untuk pelabuhan Waru – Waru.

Sehingga, kata ketua harian DPD I Partai Golkar ini, kegiatan yang ada di pelabuhan Waru – Waru tersebut dapat dilakukan pada anggaran perubahan 2017 ini. “Seperti pembuatan jaringan air bersih dan infrastruktur penunjang lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, pelabuban Waru – Waru ini merupakan salah satu harapan masyarakat yang juga telah menjadi program Pemerintah Daerah (Pemda) dan pusat dalam rangka pengembangan sarana transportasi melalui laut.

“In Shaa Allah kalau tidak ada hambatan pelabuhan Waru – Waru ini sudah dapat diresmikan dan beroperasi pada Januari 2018 mendatang ini. Ini harapan masyarakat,” ungkap legislator partai Golkar Luwu Timur.

Informasi yang dihimpun, TAPD dan Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur menyetujui mengalokasikan anggaran untuk pelabuhan Waru – Waru senilai Rp10 milyar. Anggaran itu berkurang 50 persen dari rencana yakni 20 milyar.

Sebelumnya, ketua Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL) Luwu, Ismail Ishak menilai pelabuhan Waru – Waru dapat meningkatkan perekonomian daerah.

“Kuncinya adalah sarana transportasi harus ada jika ekonomi didaerah ingin meningkat. Salah satunya pembangunan pelabuhan Waru – Waru yang ada di Malili, Luwu Timur,” ungkap Ismail.

Untuk diketahui, konstruksi Pelabuhan Waru – Waru telah selesai dilakukan di tahun 2011 lalu dan pada tahun 2015 sudah mendapatkan izin operasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.

Pengoperasian Pelabuhan Waru – Waru terkendala oleh ketiadaan listrik, belum memadainya jalan akses menuju pelabuhan, tidak ada fasilitas air bersih serta sarana perumahan, mess pegawai Pelabuhan dan bunker untuk bahan bakar.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.