HEADLINE TOPIK:
Untuk Pertama Kali Pemkab Lutim Gelar Ujian Dinas dan Penyesuaian Ijazah
Selasa,31 Oktober 2017 | 23:59 WITA | Humas

Untuk pertama kalinya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu Timur menggelar Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah di Luwu Timur.

Sebanyak 479 peserta dari sejumlah daerah ikut dalam ujian yang digelar di SMP Negeri 2 Jalan Sam Ratulangi, Malili pada Selasa, 31 Oktober 2017.

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachry Syam didampingi Sekertaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, H. Bahri Suli memantau langsung ujian yang menggandeng Badan Kepegawaian Nasional Regional IV Makassar itu.

Irwan terlihat memantau jalannya ujian dengan menyambangi setiap kelas yang digunakan sebagai lokasi ujian di sekolah tersebut.

Selain dari Kabupaten Luwu Timur, sejumlah peserta juga berasal dari beberapa daerah seperti, Luwu Utara, Luwu, Palopo, Barru dan Majene.

Ujian Dinas tersebut adalah suatu rangkaian kegiatan yang diperuntukan bagi ASN yang berpangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d dan Penata Tingkat I golongan ruang III/d untuk dapat dinaikkan pangkatnya, disamping memenuhi persyaratan lain yang telah ditetapkan.

Sedangkan Ujian Penyesuaian Ijazah adalah syarat bagi ASN yang memiliki dan memperoleh ijazah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk memperoleh kenaikan pangkat sesuai dengan jenjang pendidikan ijazahnya.

Namun menurut Kepala BKPSDM Luwu Timur, Kamal Rasyid bahwa pegawai hanya dapat diproses kenaikan pangkatnya jika telah mencapai pangkat dasar.

“Sertifikat yang nantinya diperoleh dari ujian penyesuaian ijazah ini hanya dapat digunakan jika yang bersangkutan minimal memiliki golongan II/C” Ujar Kamal saat ditemui di lokasi ujian.

Namun menurut Kamal, Para pegawai yang belum mencapai golongan II/C tetap dapat mengikuti Ujian Penyesuaian Ijazah, dengan catatan sertifikat hanya dapat dipakai pada saat pangkat dasar sudah tercapai.

“Ujian ini adalah upaya kita melakukan regenerasi dan peningkatan kapasitas SDM pegawai kita,” kuncinya.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.