HEADLINE TOPIK:
Endy Reses di Baruga, Warga Curhat Soal Ini.
Sabtu,4 November 2017 | 22:20 WITA | Rls

Anggota DPRD Luwu Timur Andi Endy B. Shin Go menggelar kegiatan Reses Perseorangan Di Desa Baruga Kec Malili Kab Luwu Timur Prov Sulsel Sabtu (04/11/2017).

Dalam Kegiatan Resesnya, Endy sengaja juga mengundang para calon kepala desa yang akan berkompetisi di Desa Baruga.

Luwu Timur akan segera melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Serentak di 19 Desa pada tanggal 9 November mendatang.
Endy berpesan kepada para calon kepala desa agar selalu menjaga silaturahmi dan kerukunan, baik sebelum maupun sesudah pilkades.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa perwakilan masyarakat yang menyampaikan curhatnya antara lain minimnya APBD yang masuk ke Desa Baruga, belum tersentuhnya revitalisasi sistem drainase yang kerap berakibat banjir, tidak adanya perubahan yang signifikan terhadap penataan Kota Lama Malili hingga ke Baruga, kelangkaan pupuk bagi masyarakat, kurangnya perhatian pada sektor UMKM, hingga tingginya tingkat pengangguran di daerah ini.

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Persatuan Pembangunan daerah pemilihan Malili dan Angkona ini menyampaikan bahwa keseriusan pemerintah dalam menata kota Malili khususnya wilayah perkotaan sudah mulai nampak dengan dianggarkannya Penyusunan Amdal hingga Desain Penataan Sungai Malili, Desain Panataan Lapangan Andi Nyiwi, pelebaran akses jalan Andi Djemma menuju Kota Malili, dan beberapa kegiatan lainnya yang sedang berjalan pada tahun 2017 ini dan berjanji akan terus mengawal harapan-harapan masyarakat tersebut untuk dapat diwujudkan.

Dalam 14 tahun berjalan Luwu Timur mengalami kemajuan yang cukup pesat. Pada periode sebelumnya, fokus pembangunan pada daerah pedesaan. Kata Endy, sekarang saatnya kebijakan Husler-Iwan memfokuskan pada kota dimasa jabatannya dengan slogan pembangunan “Membangun Desa, Menata Kota”. Harapannya pada awal tahun 2018 mendatang fokus pembangunan penataan kota Malili dapat berjalan lancar.

“Kota Malili membutuhkan prioritas pembangunan yang lebih untuk saat ini, sehingga perubahan wajah ibukota Bumi Batara Guru sebagaimana layaknya sebuah ibukota adalah hal yang sangat dinantikan oleh seluruh komponen masyarakat Malili termasuk yang diungkapkan oleh beberapa tokoh pemekaran Luwu Timur yang berasal dari Malili” ujarnya.

“Malili butuh perhatian serius, pemerintah dan kita semua jangan lupa akan sejarah bahwa Luwu Timur dapat menjadi daerah otonom karena adanya Malili yang dulunya merupakan wilayah Onderafdeling”, tegasnya dihadapan warga desa Baruga.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.