HEADLINE TOPIK:
Husler : Jadikan Natal sebagai Momentum Intropeksi Diri
Selasa,5 Desember 2017 | 07:56 WITA | Ophy

Bupati Luwu Timur H. M. Thorig Husler mengajak segenap umat Kristiani untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum penting untuk mengintrospeksi diri. Dia berpesan untuk bangkit dan menjadi baik.

Ajakan itu disampaikan Husler pada perayaan Natal Forum Kerja Sama Gereja (FKSG) Kecamatan Wasuponda, di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) El-Shaddai di Desa Ledu Ledu, Senin (04/12/2017 ).

“Semoga hikmah dari perayaan Natal ini dapat kita dijadikan sebagai sarana untuk introspeksi diri menteladani ajaran dan nilai-nilai yang tercermin dalam kepribadian Yesus Kristus baik dalam kehidupan kita sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas.”tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Husler juga mengingatkan bahwa semangat kebersamaan yang sudah tercipta dengan baik diharapkan akan terus terjaga, karena menurutnya kebersamaan dan keberagaman merupakan modal utama untuk membangun
daerah ini.

“Dengan semangat menjunjung tinggi kebersamaan dan keberagaman, merupakan faktor yang sangat penting dan modal berharga untuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan daerah ‚ÄĚjelasnya.

Sehubungan dengan program pembangunan di Luwu Timur, Husler berharap seluruh warga gereja yang merupakan bagian dari masyarakat Luwu Timur untuk terus memberikan dukungan dan doa guna terwujudnya masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera sebagaimana visi dan misi yakni Luwu Timur Terkemuka.

Perayaan Natal dengan mengambil tema: “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintahkan Hatimu” dihadiri oleh Ketua FKSG Kabupaten Luwu Timur Pdt. Yorim Karoma, Camat Wasuponda Joni Patabi, Kapolsek Wasuponda AKP. Eli. K serta ratusan jemaat dari berbagai denominasi.

Dalam perayaan natal tersebut digelar acara bakar lilin dari setiap perwakilan denominasi Gereja yang ada di Wasuponda dengan diiringi persembahan lagu Malam Kudus.

Dihari yang sama, sebelumnya Husler juga menghadiri Perayaan Natal GPdI di Gereja Piladelpia di Desa Balambano Kecamatan Wasuponda.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.