HEADLINE TOPIK:
Begini Reaksi Basmin Mattayang dan Rusli Sunali Didatangi Petugas Coklit
Sabtu,20 Januari 2018 | 15:10 WITA | Asdhar

Calon Bupati Luwu, Basmin Mattayang(BM) menerima dengan baik, Petugas pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang dipimpin Komisioner KPU Luwu Istianti didampingo PPK Belopa Rezki Mualim, Sabtu (20/01).

Saat didatangi di kediamannya di Pammanu Kecamatan Belopa Utara BM yang menggunakam pakaian batik yang sudah mengetahui petugas coklit akan datang ke kediamnnya siap menerima kedatangan PPDP ini. “Silahkan masuk mungkim ada yang bisa saya bantu”ungkapnya kepada PPDP.

BM menjelaskan kepada PPDP siapa saja yang terdaftar di KK nya yang nantinya berhak menjadi peserta pemilih.

Berbeda dengan reaksi Rusli Sunali yang belum mengetahui ada petugas Coklit mendatangi kediamannya di Desa Kasiwiang, sedikit kaget namun setelah diketahui petugas coklit kemudian baru dipahami.

Sebelumnya pada pagi hari di halaman KPU Luwu dilaksanakan apel dilanjutkan dengan konvoi, “konvoi ini untuk memberikan pesan kepada masyarakat bahwa coklit hari ini dimulai sampai 30 hari ke depan” ujar Komisioner KPU Luwu Devisi Logistik Zulkifli.

Dijelaskan jumlah KK di Luwu 99,615, sementara penyelenggara berjumlah 1955, Jumlah rumah yang akan ditarget hari ini 9.775.

PPDP diimbau untuk melaksanakan tugasnya melakukan coklit secara benar dan sungguh-sungguh.

Ketua KPU Luwu Abdul Thayyib mengatakan, proses coklit yang akan dilakukan dengan mendatangi dari rumah ke rumah (door to door).

Ketua KPU juga menegaskan, petugas PPDP tidak diperkenankan untuk meninggalkan data yang digunakan untuk proses coklit di rumah warga. Dengan harapan, agar warga itu sendiri yang mengisi datanya.

“Kadang data itu ditinggal saja, nanti warga yang ngisi sendiri. Itu tidak boleh. Ini demi langkah awal memperbaiki data pemilih Pilkada 2018 yang nanti juga sekaligus akan kita gunakan sebagai data Pemilih Pemilu 2019,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mengatakan, kegiatan coklit ini tidak hanya mendata pemilih saja. Lebih dari itu, dalam kegiatan coklit ini, petugas PPDP juga melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga. Oleh karena itu, metode door to door wajib dilakukan.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.