HEADLINE TOPIK:
DPRD Lutim Sesalkan Kebijakan PT Vale
Selasa,23 Januari 2018 | 10:59 WITA | Alpian Alwi
dprd/ilustrasi (int)

Para pebisnis seperti perhotelan, kontraktor dan usaha lainnya didesa Sumasang, kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur ternyata telah menikmati listrik gratis dari perusahaan tambang nikkel milik PT Vale Indonesia.

Penggunaan listrik gratis tersebut diketahui setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur melalui Komisi III melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Vale dan PT PLN diruang aspirasi, Jum’at (19/1) kemarin.

Berbeda dengan masyarakat adat Dongi didesa Soroako, hingga saat ini belum menikmati listrik. Bakan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pernah meminta agar PT Vale mengalirkan listrik ke permukiman itu namun belum terealisasi.

Pemberlakuan listrik gratis bagi para pebisnis oleh PT Vale ini pun sangat disayangkan oleh ketua komisi III DPRD Luwu Timur, Herdinang. Menurutnya, kebijakan ini tentunya merugikan daerah khususnya dari sisi pendapatan.

“Seharusnya ada pemisahan antara warga yang masuk dalam bagian komitmen dengan PT Vale. Kebijakan ini tidak boleh diberlakukan untuk semua kalangan,” ungkap ketua fraksi partai Demokrat.

Ia meminta agar PT Vale menyelesaikan kewajiban berdasarkan komitmen dengan masyarakat dan merekomendasikan agar jaringan listrik gratis untuk hotel dan kegiatan bisnis lainnya dicabut dan menggunakan jaringan PLN.

“Begitupun dengan masyarakat asli Tapondau, jika kewajiban yang tertuang dalam kesepakatan yang dimaksud telah ditunaikan oleh PT Vale maka tidak ada lagi alasan untuk tidak menggunakn jaringan PLN,” ungkap Herdinang.

Informasi yang dihimpun, kebijakan listrik gratis oleh perusahaan ini didasari atas kesepakatan antara masyarakat Tapondau dengan PT Inco (PT Vale saat ini) dengan menyepakati beberapa poin.

Poin yang dimaksud yakni, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan pasar, dan pembangunan rumah ibadah. Dari poin tersebut, penyediaan air bersih belum dapat dirasakan sepenuhnya oleh warga.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.