HEADLINE TOPIK:
Menangis di Hadapan Syahrul, Indah; Terima Kasih Gubernur
Rabu,24 Januari 2018 | 14:34 WITA | Lukman Hamarong

Pemandangan menarik terjadi di Puncak Peringatan Hari Perlawanan ke-72 Rakyat Luwu (HPRL), Rabu (24/1), di Lapangan Tamsis Masamba. Di pengujung sambutannya, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, sempat meneteskan air mata. Di hadapan Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Indah tak mampu menahan air mata yang tergenang di kelopak matanya, dan akhirnya tumpah.

“Usia bukan persoalan seberapa tua kita, tapi seberapa banyak yang telah kita lakukan kepada orang banyak. Ucapan ini kami tujukan sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi yang luar biasa yang telah diberikan bapak Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, selama 9 tahun memimpin Sulsel,” ujar Indah dengan suara terbata-bata sambil melepas kacamatanya kemudian menyeka air mata yang jatuh di pipinya.

Indah juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulsel yang telah memberikan hadiah kepada Luwu Utara berupa bantuan senilai Rp 24 Miliar untuk pembangunan ruas jalan Sabbang – Tallangsae Seko. “Patut kita bersyukur bahwa di akhir masa jabatannya beliau memberikan hadiah yang luar biasa kepada Luwu Utara berupa bantuan Rp 24 Milyar untuk pembangunan ruas jalan Sabbang – Tallangsae Seko tahun ini,” ungkap Indah.

“Apa yang Luwu Utara dapatkan ini sekaligus menjawab bahwa pemerintah tidak pernah tidur dan berdiam diri, tapi pemerintah selalu hadir memikirkan masyarakatnya. Pekerjaan memang belum selesai, tapi karya juga telah digoreskan. Untuk itu, atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulsel dan Yang Mulia Sri Paduka Datu Luwu,” terang Indah.

Sementara itu, Gubernur Syahrul Yasim Limpo dalam sambutannya mengaku bangga bisa hadir dalam setiap acara Peringatan HPRL. “Ini kali ke-15 saya hadir di peringatan HPRL. Dan saya tidak pernah mau diwakili untuk hadir di acara sepenting dan sesakral seperti ini. Sekecil apapun Syahrul Yasin Limpo, ada andilnya hadir untuk Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo dan Luwu,” ucap Syahrul yang disertai applaus dari peserta HPRL yang hadir memenuhi tribun dan lapangan Tamsis.

Syahrul menambahkan, jika ingin melihat negeri dan daerah ini maju, maka tidak ada jalan selain menghadirkan kedamaian dan ketenteraman di tengah-tengah masyarakat. “Hari ini kita diajak untuk berkontemplasi menghadirkan semangat 750 dan 72 tahun yang lalu. Jika kita mau baik negeri ini, maka hadirkan kedamaian. Jika kita mau lihat daerah ini maju, maka hadirkan ketenteraman. Tentram itu kita makin cerdas. Tidak mengandalkan otot, tapi mengandalkan nalar dan hati kita

“Kalau kita tegak lurus kapada adat, kalau kita tegak lurus kepada agama, kalau kita tegak lurus kepada hukum, maka kurang apa Allah kasih kepada daerah ini, fabiayyi ‘aalaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan,” pungkasnya. Puncak peringatan HPRL dihadiri beberapa pejabat dan tokoh publik lainnya. Selain Gubernur Sulsel dan Datu Luwu, juga hadir Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Bupati Luwu Timur, Wali Kota Palopo, Raja dan Ratu Mempawah Kalimantan Barat, serta Ketua dan Anggota DPRD, Kapolres, Forkopimda se-Luwu Raya, serta organisasi kepemudaan.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.