HEADLINE TOPIK:
Sah, Andi Arwin Resmi Jabat PjS Wali Kota Palopo
Sabtu,17 Februari 2018 | 02:09 WITA | Humas
Gubernur Sulsel, melantik PjS Wali Kota Palopo Andi Arwin bersama dengan Pjs Bupati Bone A Bakti Haruni, dan Pjs Walikota Parepare Luthfi Natsir. Ist)

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengukuhkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Daerah (BPKD) Provinsi Sulsel, Andi Arwin Aziz SSTP, sebagai Pejabat Sementara (PjS) Wali Kota Palopo, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Makassar, Jumat 16 Februari, pagi tadi.

Arwin dilantik oleh Gubernur Sulsel, bersama dengan PjS Bupati Bone A Bakti Haruni, dan PjS Walikota Parepare Luthfi Natsir.

Arwin menjadi pejabat sementara sekitar 4 bulan. Mulai Februari hingga Juni 2018 mendatang. Judas Amir akan menjabat sebagai walikota setelah perhelatan Pilwalkot Palopo.

Pejabat Palopo yang hadir pada pelantikan itu antara lain, Walikota Palopo HM Judas Amir, Kepala Bappeda Palopo Firmanzah, Kadis Pendidikan Asir Mangopo, Kadis Perizinan Farid Kasim Judas, Kabag Humas Eka Sukmawaty. Juga ada Kapolres Palopo AKBP Taswin, Ketua KPU Palopo Haedar Djidar, dan sejumlah pejabat Palopo lainnya.

Syahrul Yasin Limpo, dalam sambutannya, berpesan agar PjS yang telah dikukuhkan ini, bersama Muspida meneruskan yang baik-baik dari apa yang dilakukan oleh pejabat yang diganti sementara.

PjS untuk tiga daerah, kata Syahrul, adalah mereka yang sudah melalui proses panjang dan punya kompetensi yang cukup.

Pemerintahan lanjut Syahrul, menentukan suatu negara. Tidak ada negara maju tanpa pemerintahan yang baik. Pemerintah yang kuat dan dipercaya maka masyarakatnya bisa sejahtera.

“PjS harus tetap bersama Muspida menjadi perlindungan bagi masyarakat,” katanya.

Syahrul mengingatkan jabatan itu sangat singkat. Makanya harus dijaga dengan baik. Dengan situasi politik yang ada, SYL meminta kepada PjS untuk tetap menjaga netralitas.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.