Kanal: News

Sabtu,28 April 2018 | 16:58 WITA | Reporter: Humas

Bupati Luwu Timur Hadiri Penguraian Pendeta Gereja Toraja

Bupati Luwu Timur, HM. Thoriq Husler menghadiri ibadah penguraian pendeta Meida Afdinovita, S.Th. dan peneguhan pendeta Hendrik Tangaguling, S.Th. di Desa Karambua 1 Kecamatan Wotu, Sabtu (21/04/2018).

Pdt. Meida Afdinovita menagatakan, tidak akan pernah ada yang abadi. Yang abadi hanyalah keabadian itu sendiri. Setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Semua adalah untuk kebaikan layaknya perpisahan daratan dan lautan, siang dan malam, atau perpisahan langit dan bumi.

“Intinya setiap waktu ada masanya. Perpisahan itu pasti adanya,” katanya.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler dalam sambutannya mengatakan, Penguraian atau Pelepasan seorang Pendeta merupakan hal yang wajar, dimana hal tersebut sudah diatur oleh Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja dan berdasarkan Tata Gereja Toraja Masa Tugas Pendeta untuk pelayanan di satu gereja adalah 5 Tahun.

Lanjut Husler, Jabatan Pendeta merupakan sebuah profesi yang sangat mulia. Pendeta adalah individu yang karismatik, yang selalu membimbing jemaat untuk selalu kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ajaran-Nya.

“Pendeta mempengaruhi visi jemaat agar dapat menjadi satu kesatuan jemaat dan membangkitkan keimanan jemaat serta melayani jemaat dengan penuh ketulusan,” jelasnya.

“Segala pengajaran dan bimbingan yang telah diberikan oleh Pdt. Meida Avdinavo kiranya dapat menguatkan keimanan jemaat, sehingga dapat menata kehidupan bangsa dalam bingkai harmoni sosial, menata sikap dan perilaku hidup terutama dengan sesama saudara, sehingga akan menciptakan rasa persatuan dan kesatuan,” terang Husler.

Menutup sambutannya, Husler menyampaiakan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pdt. Meida Afdinovita, S.Th. yang telah melaksanakan tugasnya dengan tulus di daerah ini selama 7 tahun lebih, terlebih lagi memimpin 3 jemaat yaitu jemaat Koranti, Muktisari dan Karambua, klasis Wotu.

BERITA LAINNYA:
KEMBALI KE ATAS LIHAT VERSI DESKTOP