HEADLINE TOPIK:
Andi Arwin Perintahkan Makanan Mengandung Formalin Disita
Sabtu,26 Mei 2018 | 20:52 WITA | Humas
Penjabat Sementara (PjS) Wali Kota Palopo Andi Arwin Azis (ist)

Penjabat Wali Kota Palopo, Andi Arwin Azis mengaku telah menerima laporan dari tim Satgas Pangan Kota Palopo, mengenai adanya temuan bahan makanan yang mengandung formalin. Terkait hal itu, Arwin telah mengintruksikan agar menertibkan dagangan yang mengandung formalin itu dari pasaran.

“Saya telah memerintahkan kepada tim satgas pangan untuk langsung menyita dagangan yang mengandung zat kimia berbahaya,” kata Arwin, Jumat (26/5/18).

Menurutnya, pihaknya tidak ingin melakukan pembiaran atas adanya temuan sampel makanan yang diduga mengandung formalin tersebut. “Jangan lakukan pembiaraan, temuan yang ada sudah harus ditindaki, dengan penyitaan,” Kata arwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Ishaq Iskandar mengaku telah meneruskan perintah Penjabat Wali Kota Palopo itu kepada petugas di lapangan. “Saya telah memerintah tim satgas pangan untuk melaksanakan perintah penyitaan itu, hal itu bertujuan untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat, sekaligus efek jera kepada pedagang nakal,” ujar Ishaq.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Satuan Tugas (satgas) Pangan Kota Palopo yang terdiri dari berbagai instansi telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di dua pasar yang ada di Palopo. Dari hasil sidak itu, ditemukan beberapa pedagang masih menggunakan bahan formalin untuk beberapa jenis pangan dagangannya.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja, dan Olah Raga Dinas Kesehatan Kota Palopo, Ceria Amaliah mengungkapkan, temuan bahan makanan berfoirmalin itu terdapat pada beberapa jenis ikan, ikan kering, penggilingan bakso, dan ayam potong.

“Beberapa jenis ikan, seperti ikan cakalang dan ikan terbang, kita temukan mengandung formalin, begitu juga dengan bakso dan ayam potong,” ujarnya.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.