HEADLINE TOPIK:
Husler : Idul Fitri Bermakna Merajut Ukhuwah
Jumat,15 Juni 2018 | 13:01 WITA | Hms

Ribuan umat Islam di Kota Malili Kabupaten Luwu Timur memadati Lapangan Andi Nyiwi Malili tempat berlangsungnya sholat Ied dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. Jumlah jamaah yang begitu padat menyebabkan sebagian jamaah lainnya harus sholat di jalan raya.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler bersama Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Ketua DPRD, H. Amran Syam, Wakil Ketua I DPRD, HM. Siddiq BM, Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo Panji Wahyudi, Sekda, Bahri Suli dan sejumlah Kepala OPD juga terlihat ikut melaksankan sholat Ied di tempat tersebut. Sementara ceramah Ied disampaikan oleh DR. H. Rukman Said yang juga Dosen IAIN Palopo.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler dalam sambutannya mengatakan, hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriyah merupakan hari kemenangan bagi umat Islam, di mana setelah satu bulan penuh menjalani ibadah puasa menahan haus dan lapar serta menjaga hawa nafsu, membawa manusia kembali suci.

Makna lainnya, kata Husler, Hari Raya Idul Fitri juga merupakan momentum untuk mempererat silaturahim dengan sanak saudara dan tetangga, baik yang jauh maupun yang dekat, untuk saling memaafkan.

“Semoga dengan hati yang lapang, kita mampu merajut ukhuwah serta mengokohkan sinergitas dalam rangka membangun masyarakat menuju Luwu Timur Terkemuka 2021,” kata Husler, Jumat (15/06/2018).

“Esensi Idul Fitri haruslah di jadikan moment yang bermakna dalam upaya meningkatkan kualitas keislaman, keimanan dan kualitas kehidupan,” tambahnya.

Menutup sambutannya, orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengingatkan akan pelaksanaan hajatan demokrasi yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan yang tinggal beberapa hari lagi. Menurutnya, meski suhu politik akan sedikit memanas dan bergejolak namun Pemerintah berharap agar tidak terjadi perpecahan diantara masyarakat.

“Kita sebagai warga negara khususnya masyarakat Luwu Timur tetap bisa menghadapi hajatan demokrasi ini dengan tenang dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan. Mari kita gunakan hak kita untuk bersuara dan membuat perubahan yang lebih baik bagi Sulawesi Selatan,” tutupnya.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.