HEADLINE TOPIK:
Usai Libur Lebaran, Husler Perintahkan Kepala OPD Pantau Kehadiran Pegawai
Kamis,21 Juni 2018 | 11:18 WITA |

Hari pertama kerja usai libur lebaran hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler langsung memerintahkan kepala OPD untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantornya masing-masing. Hal tersebut disampaikan Husler usai memimpin apel pagi di halaman kantor Bupati, Kamis (21/06/2018).

“Saya ingatkan kepala OPD untuk lakukan pengecekan pegawai di kantornya masing-masing. Pastikan semua pegawai sudah berkantor hari ini. Untuk tim sidak di Kecamatan juga sudah harus lakukan inspeksi,” kata Husler.

Menurut Husler, pengecekan pegawai ini sudah menjadi ketentuan dan aturan dari Menpan RB agar dilakukan monitoring terhadap kehadiran pegawai sekaligus menyiapkan sanksi tegas bagi pegawai yang mangkir pasca libur lebaran.

Hadir dalam apel perdana itu Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam, Sekda Bahri Suli, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD dan jajaran ASN dan tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Luwu Timur.

“Bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa keterangan dan menambah liburnya, di kenakan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Bupati.

Ia juga menghimbau agar momentum Idul Fitri 1439 H ini menjadi spirit untuk kembali kepada yang Fitri. Energi Ramadhan harus memberikan semangat, sehingga memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” katanya saat memberikan amanat.

Terakhir Husler juga menenkan kepada seluruh pegawai untuk menciptkan kerjasama yang solid disemua lini. Persiapkan seluruh program yang telah diagendakan agar segera bisa di kerjakan lebih awal.

Usai memimpin apel, Bupati Thorig Husler bersama Wakil Bupati, Irwan Bahri Syam dan pimpinan OPD berkesempatan bersilahturahmi dengan para aparatur dilingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.