HEADLINE TOPIK:
Wabup Irwan Jadi Saksi Nikah Massal Tiga Santri Hidayatullah
Minggu,1 Juli 2018 | 23:46 WITA |

Tiga pasangan santri Pondok Pesantren Hidayahtullah Kecamatan Wotu mengikuti prosesi nikah massal. Proses nikah massal ini disaksikan langsung Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan, Budiman, di Masjid Pondok Pesantren Hidayahtullah Wotu, Minggu (01/07/2018).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan, pernikahan merupakan fitrah kehidupan. Menurutnya, setiap manusia sudah sesuai fitrahnya untuk menikah dan berkembang biak untuk melangsungkan kehidupan.

“Setiap laki-laki dan wanita itu wajib hukumnya menikah. Jika sudah cukup usianya sebaiknya menikah. Hanya saja banyak tradisi yang berkembang dimasyarakat yang membuat pernikahan itu menjadi sulit terutama biaya pernikahan,” kata Irwan.

Padahal kata Irwan, dalam ajaran Islam sangat dianjurkan untuk menikah bagi setiap laki-laki dan perempuan yang sudah cukup usia. Bahkan dalam hadist, Rasulullah SAW mengatakan bahwa sebaik-baiknya wanita adalah yang paling sedikit maharnya.

Terkait prosesi Nikah Massal ini, Irwan menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari seluruh pimpinan dan pengurus DPD Hidayatullah sehingga pelaksanaan nikah massal ini dapat dilakukan.

“Atas nama Pemerintah, saya sangat mengapresiasi atas terlaksananya isbat nikah ini, karena kami Pemerintah merasa terbantu atas adanya program semacam ini yang memberikan kesempatan bagi muda mudi yang siap lahir dan batin nikah tetapi belum memiliki kemampuan secara finansial,” jelasnya.

Turut hadir dalam nikah massal ini ketua DPW Hidayatullah, Dra. Mardhatilah, Anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah, Dra. Ahkam Sumardiana, Dewan pembina Hidayatullah Luwu Timur dan turut hadir pula anggota DPRD Luwu Timur, Irmanto Hafid. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.