HEADLINE TOPIK:
Kapolda Sulsel: Lebih Baik Tidak Lulus Daripada Batalkan Puasa
Sabtu,7 Juli 2018 | 12:48 WITA |
BERITA TERKAIT

MAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol, Umar Septono, memilihKapolda Sulsel: Lebih Baik Tidak Lulus Daripada Batalkan Puasa

MAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol, Umar Septono, memilih tidak lulus jadi polisi daripada harus membatalkan puasanya.

Hal itu diungkapkan Umar saat bersantai dengan jajarannya di Mapolda Sulsel, Jumat (06/07). Umar mengisahkan, tes kesehatan saat itu, kebetulan dilaksanakan saat bulan suci ramadhan. Seluruh siswa yang beragama muslim, tengah menjalankan ibadah puasa.

“Saya jatuh sampai tidak kuat lagi, pelatihnya bilang, kamu mau lulus atau puasa? Saya pilih puasa,” cerita Umar.

Namun, berkat semangat dan kegigihannya untuk mencapai cita-citanya, Umar yang saat itu sedang mengikuti seleksi Akademi Kepolisian, berhasil melewati ujian berat tersebut.

“Dari dulu saya sudah keras dalam hal ibadah, tidak lulus juga tidak masalah, yang penting saya puasa, dan disitu setelah tes saya pulang langsung naik becak,” ujarnya. tidak lulus jadi polisi daripada harus membatalkan puasanya.

Hal itu diungkapkan Umar saat bersantai dengan jajarannya di Mapolda Sulsel, Jumat (06/07). Umar mengisahkan, tes kesehatan saat itu, kebetulan dilaksanakan saat bulan suci ramadhan. Seluruh siswa yang beragama muslim, tengah menjalankan ibadah puasa.

“Saya jatuh sampai tidak kuat lagi, pelatihnya bilang, kamu mau lulus atau puasa? Saya pilih puasa,” cerita Umar.

Namun, berkat semangat dan kegigihannya untuk mencapai cita-citanya, Umar yang saat itu sedang mengikuti seleksi Akademi Kepolisian, berhasil melewati ujian berat tersebut.

“Dari dulu saya sudah keras dalam hal ibadah, tidak lulus juga tidak masalah, yang penting saya puasa, dan disitu setelah tes saya pulang langsung naik becak,” ujarnya.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.