HEADLINE TOPIK:
Gara-Gara Tali, Seorang Petani di Luwu Dibakar Hidup-Hidup
Jumat,13 Juli 2018 | 20:52 WITA |
BERITA TERKAIT

BELOPA – Sampe, 45 tahun, warga Desa Lumarring, Larompong, Kabupaten Luwu, nyaris kehilangan nyawa. Petani ini dibakar hidup-hidup oleh rekannya sendiri, Sultan, 31 tahun.

Kasat Reskrim Polres Luwu, Ajun Komisaris Faisal Syam, mengatakan, peristiwa ini dilatarbelakangi masalah sepeleh. Sultan tersulut emosi lantaran korban belum memindahkan tali tambang yang dibentangkan di jalan setapak menuju kebun pelaku.

“Pelaku sudah sering meminta korban, supaya menopang tali tambang yang dibentangkan supaya tidak menghalangi jalan. Namun permintaan pelaku tidak juga dilakukan, akhirnya pelaku marah dan membakar korban,” kata Faisal Syam, Jumat (13/07/18).

Sultan kemudian kembali ke rumahnya dan mengambil botol. Setelah itu, dia mengeluarkan bensin dari tangki sepeda motornya, lalu disiramkan ke tubuh korban yang tengah berbaring di pondok kebunnya.

“Saat ini Sampe dirawat di RSUD Batara Guru, dia mengalami luka akibat terbakar pada bagian kaki sampai paha,” ujarnya.

Dalam kondisi terbakar, Sampe berusaha mencari bantuan dan meminta pertolongan warga. Polisi bersama warga yang tiba dilokasi kejadian, langsung menolong korban dan membawanya ke rumah sakit. Barang bukti yang diamankan diantaranya korek api, botol bensin, serta selimut.

Adapun Sultan, kini sudah meringkuk di sel tahanan Mapolres Luwu, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.