HEADLINE TOPIK:
Sebelum Dibakar, Korban Diajak Minum Ballo
Sabtu,14 Juli 2018 | 20:06 WITA |
BERITA TERKAIT

BELOPA  – Sampe, 45 tahun, masih terbaring lemah di rumahnya. Kedua kakinya masih melepuh dan menghitam, akibat luka bakar yang dideritanya. Tiga lembar daun pisang muda, menjadi alas saat dia berbaring. “St itu ponakan saya. Malam itu dia datang ke pondokku dan mengajak saya ke tempat minum ballo, tapi saya tolak,” kata Sampe, Sabtu (13/07/18).

Karena ajakannya ditolak, St kemudian pamitan pulang dan berpesan agar Sampe, waspada. Tak lama setelah itu, St kembali datang, sambil menenteng botol berisi bensin. “Saya dengar suara orang berjalan, ternyata St kembali dan membawa botol, dia langsung menyiramkan bensin lalu membakar saya,” ujarnya.

Dalam kondisi terbakar, Sampe berlari dan berusaha mencari bantuan. Dia terus berloncatan agar api yang membakar betis dan pahanya, bisa padam. Untungnya, api hanya membakar betis dan pahanya, sementara selimut yang dia gunakan beristirahat di pondoknya, juga ikut terbakar.

“Pelaku langsung pergi setelah saya dibakar. Saya benar-benar tidak menyangka akan mengalami peristiwa ini,” ungkapnya.

Adapun St, mengaku nekat membakar pamannya sendiri, lantaran kesal. Kemarahan St bermula ketika dia melintas di depan pondok kebun korban. Saat itu ada tali tambang yang membentang dan menghalangi jalan setapak yang biasa dilaluinya.”Sebenarnya sudah sering saya sampaikan, supaya tali yang membentang di jalan, segera dipindahkan, tapi tidak digubris,” kata St, kepada polisi.

Tali yang dimaksud St, adalah tali orang-orangan yang digunakan untuk menghalau hama dan babi, pada tanaman jagung milik korban. Tali tersebut melintang dari pondok kebun ke tanaman jagung.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.