HEADLINE TOPIK:
Cegah Penyalahgunaan Narkotika Dikalangan Pelajar, BNK Luwu Timur Gelar Tes Urin Di SMP Negeri 1 Burau
Senin,5 November 2018 | 16:59 WITA | Rls

Bahaya Narkotika terus menghantui generasi muda Indonesia. Di Luwu Timur khususnya, sebagai salah satu Kabupaten yang mulai tumbuh dan berkembang menjadi sasaran empuk distribusi narkotika, kalangan muda menjadi target potensial para penjahat narkotika untuk meraup keuntungan. Jika dibiarkan, generasi muda akan mengalami masa kelam.

“Hal ini yang mendasari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Luwu Timur melakukan Go To School tes urin kepada ratusan pelajar di SMP Negeri 1 Burau,” ujar Fachrizal Kahar selaku koordinator kegiatan, Senin (05/11/2018).

Fachrizal menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan deteksi dini serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.

Sementara Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, selaku Dewan Pembina BNK Luwu Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pelaksanaan tes urin ini sebagai bentuk upaya Pemerintah Daerah Luwu Timur melalui BNK Luwu Timur untuk menyelamatkan masyarakat Luwu Timur khususnya generasi penerus dari penyalahgunaan narkotika.

“Program BNK Go To School ini merupakan bukti nyata kepedulian Pemerintah dalam upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika bagi pelajar Luwu Timur,” ujar Husler.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Husler juga menghimbau kepada ratusan pelajar SMP Negeri 1 Burau yang akan mengikuti Tes Urin untuk tidak mudah terpengaruh pergaulan bebas serta terus giat meningkatkan ilmu pengetahuan guna menjadi generasi penerus yang mampu mengukir prestasi tanpa narkoba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua BNK Luwu Timur yang juga Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Kasat Res Narkoba Polres Luwu Timur, Iptu Hery Moh. Z. A, SH, Kepala Dinas Pendidikan, Drs. La Besse, Camat Burau, Sukri, S. Sos

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.