HEADLINE TOPIK:
Koperasi Perikanan Tunas Baru Ubah Kapal Karam Jadi Kapal Layak Pakai
Kamis,20 Desember 2018 | 13:39 WITA |

Pengurus Koperasi Perikanan Tunas Baru Desa Lakawali Pantai menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Rapat tersebut di buka Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler dan dirangkaikan dengan penyerahan kapal nelayan yang berlangsung di pelabuhan Desa Lakawali Pantai, Kamis (20/12/2018).

Selain Bupati, RAT “Tunas Baru” ini juga dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Rosmiyati Alwi, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan, Nursih Hariani, Kabag Humas dan Protokol, Alimuddin Bachtiar, Kepala Desa Lakawali Pantai, Andi Wahyudin dan Ketua Koperasi Tunas Baru, Julhaenuddin.

Ketua Koperasi Perikanan Tunas Baru, Julhaenuddin mengatakan, RAT koperasi ini merupakan amanat Undang-Undang. Menurutnya, keberadaan koperasi ini masih sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah agar bisa berkembang semakin baik.

Saat ini, kata Julhaenuddin, jumlah pengurus koperasi baru mencapai 87 orang dengan jumlah aset mencapai Rp. 100 juta lebih. Koperasi Tunas Baru ini, katanya lagi, memiliki beberapa unit usaha, seperti usaha simpan pinjam, usaha UKM dan usaha nelayan tangkap.

“Untuk usaha nelayan tangkap belum berhasil karena merupakan unit usaha baru dan kami berharap dengan beroperasinya kapal nelayan ini bisa menambah pendapatan koperasi nantinya,” katanya.

Lanjut Julhaenuddin, kapal nelayan ini dulunya merupakan aset dari KSU Burau yang sudah karam dan rusak parah. Lalu berdasarkan keputusan pengurus kapal tersebut diangkat dan diperbaiki kembali dan dilengkapi mesin. Hanya saja alat tangkapnya belum tersedia.

“Setelah siap beroperasi, kami mohon dukungan Pemerintah Daerah untuk bantuan alat tangkap dan dokumen pelengkap untuk operasional kapal ini,” ungkapnya.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler mengatakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait harus terus berupaya melakukan pembinaan dan pendampingan untuk membantu pengurus koperasi mengembangkan usahanya agar lebih maju dan berhasil sehingga memberikan manfaat baik bagi pengurus koperasi maupun masyarakat disekitarnya.

“Saya apresiasi tekad pengurus koperasi untuk memperbaiki kapal ini. Sejatinya kapal ini sudah dianggap sampah karena sudah karam lebih dari 10 tahun, namun karena tekad yang kuat dari pengurus, kapal ini bisa kembali fungsional,” ungkapnya.

Terkait alat penangkap ikan, kata Husler, Pemerintah Daerah akan bantu menyiapkan kebutuhan tersebut ditahun mendatang. “Forum ini saya kira sangat positif untuk kita saling memahami dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Insya Allah akan kami upayakan,” katanya.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengatakan bahwa, koperasi Tunas Baru memang salah satu koperasi yang sehat karena rutin melakukan rapat anggota tahunan dan administrasi pengurus lengkap. “Saya berharap agar kedepan koperasi ini terus tumbuh dan berkembang sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” kuncinya. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.