HEADLINE TOPIK:
Bupati Luwu Timur Hadiri Malam Pisah Sambut Kapolda Sulsel
Jumat,1 Februari 2019 | 23:44 WITA |

Malam pisah sambut Kapolda Sulawesi Selatan berlangsung meriah. Kapolda Sulsel, Inspektur Jendral Polisi (Irjen Pol) Drs. Umar Septono. Jendral bintang dua itu ditarik ke Mabes Polri dan diangkat dalam jabatan barunya sebagai Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri, sedangkan penggantinya adalah Irjen Pol Drs. Hamidin yang juga pernah menjabat sebagai Pejabat Tinggi Densus 88 Anti Teror.

Selain Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, sejumlah Kepala Daerah juga tampak hadir, termasuk Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler. Terlihat hadir pula Ustadz kondang, Muhammad Nur Maulana, Ketua DPRD, Muh. Roem, Ketua MUI Sulsel, Anregurutta Kyai Sanusi Baco, dan berbagai unsur masyarakat Sulawesi Selatan. Acara malam pisah sambut Kapolda Sulsel ini berlangsung di Ball Room Phinisi Hotel Claro, Jumat (01/02/2019) malam.

Mengawali sambutannya, Irjen Pol Umar Septono selaku Kapolda Sulsel yang lama menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat Sulawesi Selatan sehingga dirinya bisa melaksanakan tugas dan pengabdian dengan baik. Ia mengatakan, menjadi pemimpin maka harus siap menjadi teladan dan panutan.

“Masyarakat Sulawesi Selatan ini mayoritas Muslim. Makanya pendekatan sosial yang saya lakukan itu dengan keyakinan saya, Islam. Salah satunya dengan melaksanakan sholat tepat waktu, dan itu harus dimulai dari jajaran saya di Kepolisian,” tambahnya.

Sementara Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol Drs. Hamidin, mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat Sulawesi Selatan agar bisa melaksanakan tugas pengabdian dan amanah. “Saya siap bersinergi dengan bapak Gubernur dan seluruh elemen masyarakat Sulawesi Selatan. Bimbing kami dalam menjalankan amanah ini agar provinsi Sulawesi Selatan tetap dalam suasana aman dan damai,” jelasnya.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.